Aswar Ketua DPW KJNI Sulsel Angkat Bicara: Di Mana Negara Saat Seorang Putri 11 Tahun Ditandu 2 Kilometer Menuju Titik Ambulans?

ASWAR

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:27 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR, SINJAI BARAT, 9 Juni 2026 – Potret memilukan kembali menyayat nurani publik di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Seorang anak perempuan bernama Putri (11) terpaksa ditandu oleh keluarga dan warga sejauh kurang lebih dua kilometer untuk mencapai titik yang dapat dilalui mobil ambulans pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

 

Peristiwa tersebut memantik keprihatinan berbagai pihak, termasuk Ketua Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI) Sulawesi Selatan, Aswar. Ia mempertanyakan sejauh mana kehadiran negara dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Aswar, kejadian seperti yang dialami Putri bukanlah peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Kondisi serupa, kata dia, telah berulang kali dialami warga ketika menghadapi situasi darurat kesehatan.

 

“Hal seperti ini sering kali kami lakukan ketika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Masyarakat terpaksa menandu pasien karena akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ungkap Aswar.

 

Ia menilai kondisi tersebut menjadi cermin nyata bahwa masih terdapat ketimpangan pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah pedesaan, khususnya yang berkaitan dengan akses kesehatan.

 

“Kami berharap pemerintah serius memberikan perhatian kepada masyarakat di daerah ini. Jangan hanya sebatas janji. Yang dibutuhkan warga adalah bukti dan kerja nyata agar akses menuju fasilitas kesehatan bisa lebih mudah dan cepat dijangkau,” tegasnya.

 

Aswar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadikan persoalan akses jalan menuju permukiman warga sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan sarana yang dapat menentukan keselamatan dan nyawa masyarakat.

 

“Saya sebagai Ketua KJNI Sulsel berharap pemerintah dapat membantu masyarakat Kabupaten Sinjai dengan memperbaiki akses jalan menuju fasilitas kesehatan. Dalam kondisi darurat, keterlambatan beberapa menit saja bisa sangat menentukan keselamatan pasien,” tambahnya.

 

Kisah Putri yang harus ditandu sejauh dua kilometer sebelum dapat dijemput ambulans menjadi ironi di tengah berbagai klaim keberhasilan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Saat pemerintah berbicara mengenai kemajuan infrastruktur dan pemerataan layanan kesehatan, masih ada warga yang harus mengandalkan tenaga manusia untuk membawa pasien menuju pertolongan medis.

 

Gotong royong yang ditunjukkan warga memang patut diapresiasi sebagai bentuk solidaritas sosial. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana masyarakat terpaksa menutupi kekurangan layanan publik dengan pengorbanan mereka sendiri.

 

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: ke mana arah pembangunan jika masyarakat masih harus memikul pasien demi mendapatkan akses kesehatan yang layak?

Peristiwa yang dialami Putri menjadi pengingat bahwa kesenjangan pembangunan masih nyata dirasakan masyarakat di wilayah pelosok.

 

Selama ambulans belum dapat menjangkau rumah-rumah warga yang membutuhkan pertolongan darurat, maka pelayanan kesehatan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

 

Jika pada tahun 2026 masih ada anak yang harus ditandu sejauh dua kilometer untuk mendapatkan akses ambulans, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya kondisi infrastruktur, tetapi juga keseriusan pemerintah dalam memastikan hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan benar-benar hadir hingga ke pelosok negeri.

Berita Terkait

Koramil 1408-01/Ujung Tanah Bersama Pemerintah Kelurahan Tabaringan dan Warga Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Cidu
APMP Jatim Bongkar 5 Persoalan Bank Jatim, Potensi Kerugian Capai Rp596 Miliar
Praperadilan A.S. di PN Tangerang, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Penetapan Tersangka
Terima Galunggung Award 2026, Kabid Humas Polda Jabar Tekankan Sinergi Budaya dan Keamanan
Pengurus Baru PWI Sulsel Kunjungi TVRI, Bahas Pelatihan Wartawan dan Konten Berkualitas
Dapat Apresiasi Gubernur Sulsel, Aina Fadhillah Ramadhan Pukau Ribuan Peserta Harmoni Kemanusiaan 2026
Ketua Umum KJNI Ingatkan, Kritik Pejabat Publik Jangan Abaikan Fakta di Lapangan
KJNI Kawal Bantuan Air Bersih ke Kampung Gunung Kidul, Warga Gunung Kaler Sambut Antusias

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:18 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:27 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:04 WIB

Ketika Jual Beli Rumah Sendiri Dipidana Secara Adat, Putusan Jambur Lak-lak Memantik Dugaan Rekayasa

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:45 WIB

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:40 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara: Media Harus Jadi Pilar Demokrasi, Bukan Alat Propaganda Politik

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:15 WIB

Bakti Sosial Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bersama Polres Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir

Berita Terbaru