Aswar Ketua DPW KJNI Sulsel Angkat Bicara: Di Mana Negara Saat Seorang Putri 11 Tahun Ditandu 2 Kilometer Menuju Titik Ambulans?

ASWAR

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:27 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR, SINJAI BARAT, 9 Juni 2026 – Potret memilukan kembali menyayat nurani publik di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Seorang anak perempuan bernama Putri (11) terpaksa ditandu oleh keluarga dan warga sejauh kurang lebih dua kilometer untuk mencapai titik yang dapat dilalui mobil ambulans pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

 

Peristiwa tersebut memantik keprihatinan berbagai pihak, termasuk Ketua Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI) Sulawesi Selatan, Aswar. Ia mempertanyakan sejauh mana kehadiran negara dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Aswar, kejadian seperti yang dialami Putri bukanlah peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Kondisi serupa, kata dia, telah berulang kali dialami warga ketika menghadapi situasi darurat kesehatan.

 

“Hal seperti ini sering kali kami lakukan ketika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Masyarakat terpaksa menandu pasien karena akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ungkap Aswar.

 

Ia menilai kondisi tersebut menjadi cermin nyata bahwa masih terdapat ketimpangan pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah pedesaan, khususnya yang berkaitan dengan akses kesehatan.

 

“Kami berharap pemerintah serius memberikan perhatian kepada masyarakat di daerah ini. Jangan hanya sebatas janji. Yang dibutuhkan warga adalah bukti dan kerja nyata agar akses menuju fasilitas kesehatan bisa lebih mudah dan cepat dijangkau,” tegasnya.

 

Aswar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadikan persoalan akses jalan menuju permukiman warga sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan sarana yang dapat menentukan keselamatan dan nyawa masyarakat.

 

“Saya sebagai Ketua KJNI Sulsel berharap pemerintah dapat membantu masyarakat Kabupaten Sinjai dengan memperbaiki akses jalan menuju fasilitas kesehatan. Dalam kondisi darurat, keterlambatan beberapa menit saja bisa sangat menentukan keselamatan pasien,” tambahnya.

 

Kisah Putri yang harus ditandu sejauh dua kilometer sebelum dapat dijemput ambulans menjadi ironi di tengah berbagai klaim keberhasilan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Saat pemerintah berbicara mengenai kemajuan infrastruktur dan pemerataan layanan kesehatan, masih ada warga yang harus mengandalkan tenaga manusia untuk membawa pasien menuju pertolongan medis.

 

Gotong royong yang ditunjukkan warga memang patut diapresiasi sebagai bentuk solidaritas sosial. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana masyarakat terpaksa menutupi kekurangan layanan publik dengan pengorbanan mereka sendiri.

 

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: ke mana arah pembangunan jika masyarakat masih harus memikul pasien demi mendapatkan akses kesehatan yang layak?

Peristiwa yang dialami Putri menjadi pengingat bahwa kesenjangan pembangunan masih nyata dirasakan masyarakat di wilayah pelosok.

 

Selama ambulans belum dapat menjangkau rumah-rumah warga yang membutuhkan pertolongan darurat, maka pelayanan kesehatan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

 

Jika pada tahun 2026 masih ada anak yang harus ditandu sejauh dua kilometer untuk mendapatkan akses ambulans, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya kondisi infrastruktur, tetapi juga keseriusan pemerintah dalam memastikan hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan benar-benar hadir hingga ke pelosok negeri.

Berita Terkait

Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
“Janji di Atas Kertas, Realitas di Lapangan — Masyarakat Menagih Kinerja Kapolri Baru”
DPD PSI Kabupaten Bangka Bersama Masyarakat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Sungailiat
Polres Bangka Barat Terus Pantau Tambang DAS Kampak Tak Boleh Beroperasi Sebelum Legalitas Jelas
KAKI Jatim Desak Ketua KPK Setyo Budiyanto Jemput Paksa Nusron Wahid
Akun IG “Makassar Terekam” Resmi Dilaporkan Karna Membuat Peta Komflik Dengan Memposting Tuduhan A Nasrun Dg Tarang Danai Geng Motor
Polres Bangka Barat Ultimatum Penambang DAS Kampak: Legalitas Belum Terbit, Jangan Beraktivitas
Dampingi PJU Polda Sulsel, Kapolresta Gowa Cek Langsung Kantor Pos Pascadirusak Massa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Dugaan Penggunaan Narkotika Dibantah Hasil Pemeriksaan, Polres Tanah Karo Tegaskan Tes Urine Negatif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Warga Desa Mangga Meradang! Titik Pengaspalan Dipertanyakan, Material Sertu Hambat Akses Mencari Nafkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:23 WIB

Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02 WIB

“Janji di Atas Kertas, Realitas di Lapangan — Masyarakat Menagih Kinerja Kapolri Baru”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

DPD PSI Kabupaten Bangka Bersama Masyarakat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Sungailiat

Berita Terbaru