PW GPA DKI Lakukan Aksi di MK, Desak Asrul Sani Klarifikasi Keaslian Ijazah Doktornya Secara Publik

DETIK TIMUR

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 22:39 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Mahkamah Konstitusi (MK) mendapat sorotan tajam dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) DKI Jakarta. Sorotan ini terkait dugaan penggunaan ijazah doktor palsu oleh salah satu hakim MK, Arsul Sani, yang diperoleh dari Collegium Humanum – Warsaw Management University, Polandia.

Dugaan ini diperkuat oleh pernyataan mantan Komisioner KPU, Romo Stefanus Hendrianto, dalam sebuah podcast di kanal YouTube Refly Harun pada 14 Oktober 2025.

“Persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Ini bukan sekadar masalah ijazah, tetapi lebih kepada menjaga marwah dan kesucian MK dari oknum nakal,” seru Ketua PW GPA DKI Jakarta dalam orasinya di depan Kantor MK, Kamis (13/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi Siregar, Ketua PW GPA DKI Jakarta, juga mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan ijazah palsu doktor milik Hakim Arsul Sani. Menurutnya, gelar doktor merupakan salah satu syarat wajib untuk menjadi hakim MK.

“Bagaimana mungkin seorang hakim yang bertugas menegakkan keadilan mendapatkan jabatan di MK ini dengan terindikasi menggunakan ijazah palsu? Persoalan ini harus diusut dan dibongkar kebenarannya,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan, dugaan ijazah palsu ini harus segera diungkap karena menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga MK, yang seharusnya menjadi lembaga hukum tertinggi di Indonesia.

“Apa jadinya jika lembaga yang suci ini diisi oleh orang yang menggunakan ijazah palsu? Sangat tidak masuk akal. Publik pasti tidak akan percaya pada MK jika persoalan ini berlarut-larut dibiarkan,” beber Dedi.

Dedi, yang dikenal aktif menyoroti kebijakan publik, juga mendesak MPR RI untuk membuka kasus ini secara transparan, agar publik mengetahui fakta yang sebenarnya.

“Kami mendesak pihak yang berwenang untuk membuka kasus ini dengan transparan, agar masyarakat tahu keabsahan ijazah yang dimiliki oleh Asrul Sani. Kami juga meminta Arsul Sani untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena dinilai telah membawa citra buruk bagi MK,” tegas Dedi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 200 orang massa aksi PW GPA DKI Jakarta datang membawa spanduk dan mobil komando di depan kantor MK, dan melakukan orasi secara bergantian.

Dedi juga menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, sehingga nama baik MK dan kepercayaan publik tetap terjaga. “Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas. Jika persoalan ini berlarut, maka kami akan terus melakukan aksi berjilid-jilid dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Dedi mengakhiri orasinya.

Sebelumnya, berbagai media memberitakan dugaan kasus ijazah palsu Arsul Sani yang diperoleh dari Collegium Humanum – Warsaw Management University, Polandia, pada 2023. Universitas tersebut kini tengah diselidiki oleh otoritas antikorupsi Polandia karena diduga terlibat praktik jual beli ijazah. (*)

Berita Terkait

Prabowo, Anies dan Samsuri, S.Pd.I, M.A adalah Tiga Besar Tokoh Nasional Potensial untuk Pilpres 2029
Mencetak Wartawan Profesional dan Berdaya Saing, SWI Gandeng UMJ Secara Resmi
DPP LPPI: Presiden Prabowo Beri Penghormatan Nyata kepada Prajurit TNI Lewat Peningkatan Kesejahteraan
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
Standar Organisasi Wartawan Diperbarui, SWI Siapkan Langkah Strategis Menuju Konstituen Dewan Pers
Semangat Persatuan Menggema, Alumni dan Pelajar STM/SMK Kota Bogor Deklarasikan Komitmen Kebangsaan
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram
DPP LPPI Dukung Transformasi Pemasyarakatan, Sebut Pujian Titiek Soeharto kepada Agus Andrianto Berdasarkan Kinerja Nyata

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:59 WIB

Dunia Pers Terpuruk oleh Kasus Narkoba dan Pemalsuan, Apakah Ada Harapan untuk Reformasi dan Perbaikan yang Sesungguhnya?

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:32 WIB

Kasus Pencurian Mesin Gilingan Kopi di Aceh Tengah Berujung Dugaan Penganiayaan Anak, Proses hukum telah diputus Pengadilan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:19 WIB

Sampai Ke Lubang Semut Jatanras Simalungun Kejar Tersangka! Residivis Layu Tak Berkutik Saat Digerebek Subuh-Subuh

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:40 WIB

Lasbandra: Fakta Sidang Lapen Sampang Tunjukkan Proyek Berjalan atas Arahan Struktural

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:51 WIB

Lasbandara Laporkan Penghentian Kasus Dugaan Malpraktik di Bangkalan ke Propam Polda Jatim

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:42 WIB

Polres Kampar Ungkap Kasus Menonjol, Cabul & Curat, Kasat Reskrim: Kejahatan Tak Dibiarkan, Masyarakat Jangan Takut Melapor

Sabtu, 8 November 2025 - 16:56 WIB

PW GPA DKI Angkat Topi Kepada Kepala BNN Turun Langsung Operasi Besar Dalam Memberantas Jaringan Narkoba di Wilayah

Sabtu, 8 November 2025 - 12:50 WIB

Tidak Pandang Bulu! Sat Narkoba Polres Simalungun Ringkus Pengedar Ekstasi Asal Asahan, 10 Butir Pil Tengkorak Pink Disita

Berita Terbaru