Ketua KAKI Jatim: Dinilai Tidak Mampu Menjaga Wilayah Tugasnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan Layak Dicopot

ASWAR

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 04:30 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR.COM, SURABAYA – Akhir Akhir ini Kota Surabaya mulai tidak aman dari aksi Pencurian kabel Milik Telkom makin merajalela, pasalnya bukan hanya pencurian kabel di Pacar Kembang Gang 5 pada 14 oktober 2025 namun aksi serupa terjadi lagi di manukan indah pada 23 Oktober 2025 dinihari.

Hingga kini meski terekam CCTV pihak kepolisian Masih belum bisa mengungkap bahkan menangkap para pelaku.

Hal ini membuat masyarakat geram, dimana dibawah kepemimpinan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan jajaran polsek Tambaksari dan Polsek Tandes tak mampu menindak tegas para pelaku pencurian dan perusakan fasum (fasilitas umum).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi hal ini, Moh Hosen Ketua KAKI Jatim mengatakan bahwa Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan dinilai tidak mampu menjaga Kamtibmas (Keamanan Ketertiban Masyarakat) di Wilayah tugasnya, ini sama halnya tidak patuh pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan layak dicopot dari jabatannya, Kata Ketua KAKI DPW, Selasa (28/10/2025).

Hosen KAKI Jatim mendesak Kapolrestabes Surabaya untuk segera melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap para pelaku pencurian kabal telkom di Pacar Kembang Gang 5 yang terjadi pada 14 Oktober 2025 sampai sekarang informasinya belum ada panggilan dan pemeriksaan dari unit Satreskrim Jatanras yang menangani perkara ini, papar Hosen KAKI Jatim.

Diharap Polrestabes Surabaya menjadi penegak hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan budaya serta menjaga tugas pokok polri sesuai pasal 13 Nomor 2 tahun 2002. Yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, ujar Hosen KAKI Jatim.

Perlu diketahui Pihak telkom sudah membuat laporan terkait pencurian kabel KTTL di Pacar Kembang Dengan no LP/B/1188/X/2025/SPKT POLRESTABES SURABAYA/POLDA JATIM, namun hingga kini kasus yang di tangani unit Jatanras Polrestabes Surabaya masih belum bisa memberikan bukti kongrit akan penindakan tegas terhadap para pelaku.

Lebih miris lagi yang kejadian Pencurian dan perusan fasum di Manukan Indan Kanit Reskrim Polsek Tandes Iptu Jumeno saat dikonfirmasi awak media mengatakan masih proses lidik, saat ditanya apakah sudah ada pemanggilan terhadap pihak-pihak yang memberikan ijin aksi pencurian tersebut Jumeno mengatakan masih menunggu laporan dari telkom.

Pasalnya, Kanit Reskrim Iptu Jumeno sudah menerima beberapa petunjuk yakni sebuah surat permohonan pekerjaan penggalian kabel telkom yang ditulis dengan tangan dan di tanda tangani 4 orang, namun Jumeno enggan melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap orang orang yang bertanda tangan di surat tersebut dengan dalih tunggu laporan resmi dari Pihak telkom ataupun dari pemkot terkait perusakan fasum.

Menurut Pengamat Hukum Sahala Panjaitan S.H, menyoroti hal tersebut, untuk kejadian di Pacar Kembang Sahala mengatakan Ketika sudah ada yang dirugikan dalam kasus ini dan yang dirugikan sudah membuat laporan resmi maka seharusnya pihak APH harusnya sudah melakukan tindakan tegas bagi pelaku kejahatan.

Sedangkan menanggapi Kasus di Manukan Indah dan statmen dari Iptu Jumeno, Sahala berpendapat Kalau menunggu laporan dari pihak Telkom ? Tentunya Pelaku tidak bisa dilakukan penangkapan dengan menggunakan alat bukti yang ada mungkin CCTV apa lagi ada TTD 4 orang yang ada. Dimana itu bisa sebagai petunjuk proses lidiknya.

Dimana dalam hal ini para pelaku bisa dijerat atas Perusakan fasilitas umum diatur dalam beberapa pasal, termasuk Pasal 406 KUHP (yang berlaku untuk kerusakan barang pada umumnya) dan Pasal 170 KUHP (jika dilakukan bersama-sama).

Selain itu, ada Pasal 521 UU 1/2023 (KUHP baru) yang juga mengatur tentang perusakan barang. Untuk fasilitas tertentu seperti sarana jalan, bisa juga diatur dalam undang-undang khusus seperti UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 28 ayat 2. Dan Pasal pencurian dengan pemberatan diatur dalam Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal ini mengatur tentang pencurian biasa yang dilakukan dalam kondisi tertentu yang memberatkan, seperti pencurian ternak, pencurian saat bencana, atau pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Ancaman hukumannya adalah pidana penjara maksimal tujuh tahun.

“Kami meminta Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang, Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce, Kabid Propam Polda Jatim, Kapolresta Surabaya Kombes Pol LuthfieSulistiawan, dan Kasi Propam untuk memberikan atensi dimana diduga adanya ketidak profesionalan Jajarannya dalam penanganan kasus pencurian kabel dan perusakan fasum yang viral ini,” pungkasnya. (Fauzi)

#Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
#Wakapolri Komjenpol Dedi Prasetyo
#Irwasum Polri Komjenpol Wahyu Widada
#Kadivhumas Polri Irjenpol Sandy Nugroho

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Polres Bangka Barat Terus Pantau Tambang DAS Kampak Tak Boleh Beroperasi Sebelum Legalitas Jelas
KAKI Jatim Desak Ketua KPK Setyo Budiyanto Jemput Paksa Nusron Wahid
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan
Akun IG “Makassar Terekam” Resmi Dilaporkan Karna Membuat Peta Komflik Dengan Memposting Tuduhan A Nasrun Dg Tarang Danai Geng Motor

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:17 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Resmi Dibuka, Satgas Bersama Warga Mulai Pengerjaan Jalan dan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Pepelah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:50 WIB

… TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Buka Jalan Sepanjang 3.500 Meter dan Bangun RTLH di Desa Pepelah dengan Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru