Arwan Tjahjadi Dorong Pelestarian Identitas Peranakan pada HUT ke-418 Kota Makassar

ASWAR

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 15:50 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR, MAKASSAR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar semakin berkesan dengan kehadiran Parade Kebaya Peranakan yang digelar di pusat kota. Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar (P2TM) tampil memikat, menyampaikan pesan harmoni dan pelestarian budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah kebhinekaan Makassar.

Puluhan anggota P2TM berjalan anggun mengenakan kebaya peranakan yang dipadukan dengan kain tradisional Sulawesi Selatan. Tampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan estetika, tetapi cerminan identitas yang tumbuh dari pertemuan panjang antara budaya Tionghoa peranakan dan masyarakat lokal yang telah berlangsung lintas generasi.

Parade yang berlangsung dari Jalan Balai Kota hingga Jalan Ahmad Yani ini diiringi perpaduan musik Tionghoa dan lagu daerah Sulawesi Selatan. Irama tersebut menghadirkan suasana hangat dan emosional, menggambarkan kehidupan masyarakat Makassar yang kaya warna namun tetap satu dalam kebersamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pantauan media, tampak Owner Hotel Horison Candra Djaya serta Peggy Lisal turut hadir memeriahkan kegiatan yang sarat nilai budaya ini. Ketua Umum sekaligus pendiri P2TM, Ir. Arwan Tjahjadi, menjelaskan bahwa kebaya peranakan bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol perjalanan leluhur dan nilai kebersamaan yang diwariskan dari masa ke masa. “Warisan budaya adalah jati diri. Dengan menjaganya, kita tidak hanya menghormati sejarah, tetapi juga menyiapkan fondasi masa depan yang kokoh,” ujarnya.

Arwan, yang juga Owner Hotel Losari Grup, menuturkan bahwa keberadaan masyarakat Tionghoa di Makassar telah tercatat sejak ratusan tahun lalu. Interaksi dan pernikahan antara pendatang Tionghoa dengan perempuan lokal melahirkan identitas peranakan yang dikenal sebagai baba dan nona, yang kemudian berkembang menjadi identitas budaya Chindo atau Tionghoa Nusantara. Identitas ini menghadirkan kontribusi besar dalam seni, kuliner, hingga tradisi seperti barongsai dan liangliong yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia.

Dalam momentum perayaan kota ini, Arwan menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas dukungan dan ruang kolaborasi dalam penguatan karakter budaya masyarakat. Arwan menegaskan bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila pembangunan fisik berjalan seiring dengan penguatan nilai kebersamaan dan identitas budaya warga.

Parade Kebaya Peranakan P2TM menjadi pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan, bukan sekadar perbedaan. Melalui pelestarian budaya, masyarakat diajak memahami bahwa masa depan Makassar yang maju berakar pada penghargaan terhadap sejarah serta kesediaan untuk membangun harmoni antar budaya. “Dirgahayu Kota Makassar ke-418. Mari terus melangkah bersama untuk Indonesia yang semakin mencapai kemajuan dan persatuan,” tutup Arwan. (*Rz)

Berita Terkait

Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel
Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor
Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Koramil 1408-01/Ujung Tanah Bersama Pemerintah Kelurahan Tabaringan dan Warga Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Cidu
APMP Jatim Bongkar 5 Persoalan Bank Jatim, Potensi Kerugian Capai Rp596 Miliar
Praperadilan A.S. di PN Tangerang, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Penetapan Tersangka
Terima Galunggung Award 2026, Kabid Humas Polda Jabar Tekankan Sinergi Budaya dan Keamanan
Pengurus Baru PWI Sulsel Kunjungi TVRI, Bahas Pelatihan Wartawan dan Konten Berkualitas

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:36 WIB

Penyedia Jasa Mengeluh, Pembayaran Sewa Alat Berat Pascabencana di Gayo Lues Tersendat

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:27 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:46 WIB

Ganti Nama Tak Menyapu Bersih Jejak Lama, PT Rosin Masih Dipersoalkan Publik

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:33 WIB

PT Rosin Dinilai Menantang Penegakan Hukum, Publik Menyebutnya Seolah Kebal Hukum

Rabu, 29 April 2026 - 03:54 WIB

PT Rosin Trading Internasional di Gayo Lues Kian Dipersoalkan, dari Legalitas Usaha hingga Dugaan Masalah Ekspor

Selasa, 14 April 2026 - 19:47 WIB

Di Pengadilan Negeri Blangkejeren, Rabusin Ungkap Cacat Hukum dan Lemahnya Penegakan Fakta Hukum

Rabu, 8 April 2026 - 01:00 WIB

Ketika Unsur Pidana Dipertanyakan dan Bukti Tak Meyakinkan Beranikah Hakim Memvonis

Berita Terbaru