Di Tengah Derasnya Keluhan Warga, Camat Ujung Pandang Pilih Meninggalkan Forum

ASWAR

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 01:07 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR, MAKASSAR – Sebuah forum dialog terbuka yang seharusnya menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat justru menyisakan tanda tanya besar. Di tengah derasnya keluhan warga yang disampaikan secara langsung, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, A.P., menjadi sorotan setelah memilih tidak memberikan jawaban dan meninggalkan lokasi saat forum masih berlangsung.

 

Pertemuan yang digelar di depan Kantor Camat Jl. Samiun No. 15, Kelurahan Baru Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (14/6/2026), dihadiri unsur pemerintah, aparat kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, serta warga yang datang membawa berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Dalam suasana yang terbuka dan tertib, warga menyampaikan kritik, keluhan, hingga harapan agar pemerintah lebih hadir dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang warga menyampaikan aspirasi secara lugas di hadapan para pejabat dan aparat yang hadir. Forum yang semestinya menjadi wadah mendengar sekaligus menjawab keresahan masyarakat itu berlangsung dinamis dan mendapat perhatian serius dari peserta yang hadir.

 

Namun perhatian publik justru tertuju pada sikap Camat Ujung Pandang. Saat warga menyampaikan pertanyaan dan kritik yang membutuhkan penjelasan dari pemerintah kecamatan, camat tidak terlihat memberikan tanggapan. Dalam video yang beredar, ia justru tampak meninggalkan lokasi ketika dialog masih berlangsung.

 

Sikap tersebut memunculkan beragam reaksi. Banyak warga menilai seorang pejabat publik tidak cukup hanya hadir secara fisik dalam sebuah forum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk mendengarkan serta memberikan penjelasan kepada masyarakat yang dipimpinnya.

 

Sebagai pelayan publik, jabatan camat bukan sekadar simbol birokrasi. Jabatan itu melekat dengan kewajiban untuk hadir, mendengar, menjawab, dan mencari solusi atas persoalan warga. Ketika masyarakat datang menyampaikan aspirasi secara terbuka dan santun, yang mereka harapkan bukanlah omong kosong atau keheningan, melainkan jawaban yang menunjukkan keberpihakan dan tanggung jawab.

 

Peristiwa ini menjadi cermin bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak boleh berhenti pada seremoni kehadiran semata. Dialog publik hanya akan bermakna jika diikuti keberanian untuk mendengar kritik dan kesediaan menjawab pertanyaan yang muncul dari rakyat.

 

Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin didengar dan mendapatkan penjelasan dari pejabat yang digaji oleh uang rakyat. Ketika ruang dialog sudah dibuka, maka meninggalkan forum tanpa memberikan jawaban berpotensi melahirkan kesan bahwa suara masyarakat belum menjadi prioritas yang harus dijawab secara terbuka.

 

Kini publik menunggu, apakah keluhan yang telah disampaikan warga akan mendapat tindak lanjut nyata, atau justru kembali tenggelam di tengah sunyinya respons dari pihak yang paling berwenang untuk menjawabnya.

Berita Terkait

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
DPD PSI Kabupaten Bangka Bersama Masyarakat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Sungailiat
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Polres Bangka Barat Terus Pantau Tambang DAS Kampak Tak Boleh Beroperasi Sebelum Legalitas Jelas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Sambangi Masyarakat Desa Pulonas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Polsek Babussalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Sisa Panen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Sabu 2,52 Gram Jadi Barang Bukti, Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria di Bambel

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Jaga Alam dan Cegah Kebakaran, Polsek Bukit Tusam Turun Langsung Edukasi Warga

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Lewat Program POLIDIK, Kapolres Aceh Tenggara Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas kepada Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Hadir Sejak Pagi, Kapolres Aceh Tenggara Pastikan Strong Point Berjalan Optimal demi Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Sambut Hari Humas Polri ke-75, Polres Aceh Tenggara Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid

Berita Terbaru