BET Konser HUT Deli Serdang untuk Orang Dekat Bupati? Warga Tanpa BET Hanya Bisa Menonton dari Samping Panggung dan Pinggir Jalan

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:41 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Pelaksanaan konser dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Deli Serdang menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku kecewa karena tidak dapat memasuki area depan panggung akibat tidak memiliki BET atau tanda akses masuk yang diberlakukan panitia.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, area utama konser dipadati tamu yang memiliki BET, sementara banyak masyarakat umum hanya dapat menyaksikan jalannya acara dari samping panggung, pinggir jalan, hingga luar pagar pembatas. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pembagian BET dan pihak-pihak yang diprioritaskan untuk memperoleh akses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sejumlah warga menilai konser yang digelar dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Deli Serdang seharusnya dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat. Menurut mereka, kegiatan yang dibiayai menggunakan anggaran daerah semestinya memberikan ruang yang setara bagi seluruh warga untuk ikut merasakan kemeriahan perayaan, tanpa menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda.

 

Di tengah kekecewaan masyarakat, muncul anggapan bahwa BET VIP lebih banyak dimiliki oleh kalangan tertentu, termasuk mereka yang dianggap memiliki kedekatan dengan pejabat daerah. Namun, hingga berita ini diterbitkan, panitia penyelenggara maupun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang belum memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme pembagian BET VIP maupun pihak yang berhak menerimanya.

 

Salah seorang warga mengaku kecewa setelah dihalangi petugas saat hendak memasuki area depan panggung.

 

“Kami tidak bisa masuk dari pintu depan, Bang. Petugas bilang yang boleh masuk hanya pemegang BET VIP. Pertanyaannya, BET VIP itu dibagikan kepada siapa? Masyarakat bisa dapat dari mana? Ini HUT Deli Serdang, harusnya pesta rakyat, bukan pesta untuk kalangan tertentu,” keluhnya.

 

Warga lainnya juga mempertanyakan keadilan dalam sistem pembatasan akses tersebut.

 

“Padahal perayaan HUT Deli Serdang ini menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Kenapa justru kami diperlakukan berbeda? Apakah kami hanya disebut rakyat saat diminta membayar pajak, tetapi ketika pesta daerah digelar kami hanya bisa berdiri di luar pagar dan menonton dari pinggir jalan? Kalau memang ini pesta rakyat, mengapa harus ada sekat antara VIP dan masyarakat biasa?”

 

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan keberadaan tamu undangan, tetapi berharap adanya keterbukaan dalam pembagian akses.

 

“Kami tidak iri dengan tamu undangan, tetapi kami mempertanyakan keadilannya. BET VIP itu sebenarnya dibagikan kepada siapa? Apa kriterianya? Mengapa masyarakat tidak pernah diberi informasi bagaimana cara mendapatkannya? Jangan sampai muncul kesan bahwa yang bisa menikmati acara dari depan panggung hanyalah kalangan tertentu, sementara rakyat yang menjadi bagian dari daerah ini justru tersisih.”

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan panitia penyelenggara memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pembagian BET VIP agar tidak menimbulkan spekulasi maupun prasangka di tengah masyarakat.

 

“Hari ulang tahun Kabupaten Deli Serdang seharusnya menjadi momen yang menyatukan seluruh masyarakat, bukan malah membuat rakyat merasa dibedakan. Kami berharap pemerintah dan panitia berani menjelaskan secara terbuka mekanisme pembagian BET VIP agar tidak menimbulkan berbagai pertanyaan dan prasangka di tengah masyarakat.”

 

Menurut sejumlah warga, transparansi dalam penyelenggaraan kegiatan publik sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama menikmati perayaan yang diselenggarakan atas nama hari jadi Kabupaten Deli Serdang.

Berita Terkait

Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!
Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Berita Terbaru