Di Saat Petani Ikan Menangis, Warga Soroti Tiga Kadis yang Disebut Bak Ajudan Pribadi Bupati Deli Serdang

ASWAR

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 23:45 WIB

50566 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net DELI SERDANG – Ribuan ekor ikan budidaya milik warga dilaporkan mati secara massal akibat dugaan pencemaran air sungai yang melintasi Desa Medan Senembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Desa Tandukan Raga, Kecamatan STM Hilir, hingga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (13/7/2026).

 

Peristiwa tersebut diduga dipicu menurunnya kualitas air sungai yang selama ini menjadi sumber utama bagi aktivitas budidaya perikanan masyarakat. Akibatnya, ribuan ikan yang sebagian telah memasuki masa panen mati dalam waktu singkat, sehingga para petani ikan mengalami kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai puluhan ton hasil budidaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di tengah kondisi itu, warga mengaku kecewa karena merasa belum mendapat penanganan cepat dari instansi terkait. Mereka menyoroti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang, Rio Laka Dewa, S.STP., M.AP., yang menurut mereka sulit ditemui saat laporan dugaan pencemaran disampaikan.

 

“Kami melapor karena puluhan ton ikan mati, tetapi Kadis DLH tidak pernah berada di tempat. Kami butuh tindakan nyata, bukan pembiaran,” ujar salah seorang warga.

 

Tak hanya itu, warga juga melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup. Menurut mereka, perhatian pejabat lebih banyak tersita mendampingi kegiatan Bupati dibandingkan menangani persoalan lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

 

“Kadis Lingkungan Hidup seperti ajudan Bupati. Ke mana Bupati turun, selalu ikut. Yang jadi pertanyaan, mengapa setiap kegiatan Bupati harus dikawal sampai tiga kepala dinas sekaligus, termasuk Kadis Tata Ruang dan Kadis Bina Marga, sementara persoalan yang menimpa masyarakat justru terkesan terabaikan,” ungkap warga.

 

Kekecewaan warga juga mengarah pada kinerja Pemerintah Kabupaten Deli Serdang secara keseluruhan. Mereka menilai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani ikan, belum mendapat penyelesaian yang memadai.

 

“Kami melihat belum ada perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Justru yang kami alami sekarang adalah kerugian besar. Kami kecewa karena petani ikan yang menjadi korban,” tegas warga.

 

Selain dugaan pencemaran sungai, warga juga mengeluhkan limbah yang diduga berasal dari pabrik kelapa sawit (PKS) dan kandang sapi di kawasan Patumbak. Menurut mereka, saat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, limbah tersebut diduga mengalir ke anak sungai yang menjadi sumber air bagi kolam-kolam budidaya ikan.

 

Atas kondisi tersebut, sejumlah warga bahkan menyampaikan desakan agar para pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

 

“Kalau memang tidak mampu mengemban amanah sebagai pejabat yang dipilih untuk melayani rakyat Deli Serdang, lebih baik mundur daripada masyarakat terus menjadi korban,” ucap seorang warga.

 

Secara terpisah, seorang tokoh masyarakat juga mempertanyakan peran sejumlah kepala dinas yang dinilai lebih sering mendampingi Bupati dibanding menjalankan tugas pokok di instansi masing-masing.

 

“Untuk apa tiga kepala dinas selalu mengawal Bupati? Jangan sampai masyarakat menilai mereka justru mengambil peran tambahan seperti ajudan Bupati, sementara tugas dan tanggung jawab utama sebagai pimpinan OPD menjadi terabaikan,” katanya.

Berita Terkait

Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!
Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Berita Terbaru