BBM Ghaib Di Sumatera Utara, Rakyat Menjerit Dan Antre Berjam-Jam, Logistik Lumpuh, Hasil Panen Terancam Membusuk, Perekonomian Daerah Di Ambang Krisis

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:17 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Sumatera Utara – Pasca kebijakan yang disebut mulai diberlakukan sejak 7 Juli 2026 terkait penertiban kendaraan yang menunggak pajak, masyarakat di berbagai daerah di Sumatera Utara mengeluhkan BBM seolah “ghaib” dari sejumlah SPBU. Setelah berbulan-bulan solar subsidi sulit diperoleh, kini giliran bensin, Pertalite, hingga Pertamax yang dikeluhkan tidak tersedia di banyak SPBU. Kondisi tersebut memicu keresahan dan berbagai pertanyaan publik mengenai penyebab terganggunya pasokan maupun distribusi BBM di Sumatera Utara.

 

Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan roda dua, roda empat hingga truk angkutan mengular diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. Warga harus mengantre selama tiga hingga empat jam, itu pun belum tentu kebagian. Banyak pengendara terpaksa mendorong sepeda motornya, menginapkan kendaraan di sekitar SPBU, bahkan ada yang memilih pulang tanpa BBM. Sejumlah pekerja mengaku terpaksa bolos bekerja karena menghabiskan waktu di antrean, sementara seorang ibu rumah tangga yang ditemui redaksi tampak menangis lantaran tidak berhasil mendapatkan bensin untuk keperluan keluarganya, Jum’at (17/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan penyebab BBM seolah ghaib dari pasaran dan mengaitkannya dengan kebijakan penertiban kendaraan. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang menyatakan adanya hubungan antara kedua persoalan tersebut.

 

Di sisi lain, berdasarkan pengakuan yang disebut disampaikan oleh Direktur Pertamina wilayah Sumatera Utara kepada redaksi, seluruh sopir mobil tangki disebut telah diberhentikan secara massal tanpa penjelasan yang jelas. Pernyataan tersebut turut memunculkan pertanyaan publik mengenai apakah kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi BBM di Sumatera Utara.

 

Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan hampir di seluruh sektor ekonomi. Sejumlah sopir truk logistik mengaku menghentikan operasional selama berhari-hari karena kesulitan memperoleh Bio Solar. Para petani juga mengkhawatirkan hasil panen sayur dan komoditas pertanian lainnya terlambat dipasarkan sehingga berisiko membusuk, sementara biaya distribusi dan logistik terus meningkat. Pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil mengaku pendapatannya menurun karena aktivitas usaha ikut terganggu.

 

Sementara itu, Pertamina menyatakan stok BBM dalam kondisi aman dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Namun pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian warga yang mengaku masih kesulitan memperoleh BBM di lapangan.

 

“Stok aman yang mana? Di lapangan BBM justru kosong. Kami keliling dari satu SPBU ke SPBU lain tetap tidak dapat,” ujar seorang warga.

 

Sejumlah tokoh masyarakat dan pengamat turut berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi BBM apabila ditemukan adanya kendala yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh bahan bakar.

 

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan Pertamina segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan distribusi BBM serta menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kondisi yang terjadi. Menurut mereka, apabila persoalan ini terus berlarut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian, distribusi barang, serta mata pencaharian masyarakat di Sumatera Utara.

Berita Terkait

Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!
Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Berita Terbaru