Kebenaran Jangan Dikubur! Kematian Winda dan Jejak Agenda KPK Harus Diusut Tuntas

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:20 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Medan – Kematian Winda Lorenza Gowasa (WLG) yang hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan kembali memasuki babak baru. Di tengah polemik yang berkembang, terungkap bahwa nama Winda Lorenza Gowasa pernah tercantum dalam agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Jum’at (7/8/2026)

 

Fakta tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah publik. Apakah nama yang dipanggil KPK merupakan Winda Lorenza Gowasa yang sama dengan korban yang meninggal dunia pada awal Agustus 2026, atau hanya kesamaan identitas? Pertanyaan itu hingga kini belum memperoleh penjelasan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan keterangan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Kamis (9/4/2026), lembaga antirasuah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Winda Lorenza Gowasa dari pihak swasta bersama seorang pegawai Bea Cukai, Salisa Asmoaji, sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

Munculnya nama tersebut kini menjadi perhatian praktisi hukum Tulus Pardosi. Menurutnya, penyelidikan terhadap kematian Winda tidak boleh berhenti pada satu kesimpulan tanpa mengurai seluruh fakta yang muncul sebelum korban meninggal dunia.

 

Menurut Tulus, apabila benar Winda Lorenza Gowasa yang dipanggil KPK merupakan orang yang sama dengan korban, maka penyidik perlu menjelaskan secara terbuka apa kapasitas Winda sebagai saksi, apakah ia memenuhi panggilan tersebut, serta informasi apa yang diketahuinya. Ia juga menyoroti informasi bahwa Winda meminta pulang dari Jakarta ke Medan pada awal Juni 2026. Setelah pulang ke Medan, Winda kemudian meninggal akibat luka tembak. “Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau ada mata rantai yang hingga kini belum terbuka? Itu yang harus dijawab melalui penyelidikan yang profesional, ilmiah, dan berdasarkan alat bukti, bukan asumsi. Jika memang tidak ada kaitannya, sampaikan secara terbuka kepada publik berdasarkan hasil penyelidikan,” tegas Tulus.

 

Tidak hanya itu, Tulus juga meminta status hukum hubungan Winda dengan Brigadir IH yang bertugas sebagai penyidik Unit Reskrim Polsek Sunggal dijelaskan secara terang.

 

“Publik tidak membutuhkan narasi. Publik membutuhkan dokumen. Apakah sudah resmi bercerai berdasarkan putusan pengadilan, masih berproses, atau secara hukum masih berstatus suami istri? Tunjukkan dokumennya agar polemik ini selesai,” ujarnya.

 

Sorotan berikutnya tertuju pada kronologi penyampaian kabar kematian kepada keluarga korban.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa yang menimpa Winda diduga terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu (2 Agustus 2026). Namun, ibu korban yang berada di Jakarta baru menerima kabar sekitar pukul 18.00 WIB melalui sambungan telepon dari Brigadir IH yang menyampaikan bahwa Winda telah meninggal dunia.

 

Beberapa saat kemudian, menurut keluarga korban, ibu dan ayah Brigadir IH yang diketahui berprofesi sebagai pengacara mendatangi ibu korban di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, menurut keluarga, mereka menyampaikan bahwa Winda meninggal karena diduga bunuh diri serta meminta agar keluarga mempertimbangkan masa depan kedua anak korban.

 

Tulus menilai rentang waktu penyampaian informasi tersebut juga harus menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

 

“Kalau memang ada jeda waktu sekitar empat jam, jangan diabaikan. Periksa seluruh komunikasi, riwayat panggilan telepon, percakapan digital, lokasi para pihak, serta siapa saja yang mengetahui peristiwa tersebut sejak awal. Ini bukan untuk memvonis siapa pun, tetapi untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh,” katanya.

 

Menurutnya, penyidik juga harus mampu menjawab secara terang apakah perkara ini murni persoalan rumah tangga atau terdapat persoalan lain yang perlu didalami lebih lanjut.

 

Terpisah, Tulus juga meminta Polri berkoordinasi dengan KPK untuk memastikan apakah terdapat atau tidak terdapat keterkaitan antara agenda pemeriksaan saksi di KPK dengan rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Winda.

 

“Kalau memang tidak ada kaitannya dengan perkara di KPK, buktikan melalui hasil penyelidikan dan sampaikan kepada publik. Kalau ada yang harus diungkap, bongkar secara terang. Jangan menjawab dengan narasi ataupun spekulasi. Jawablah dengan penyelidikan yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Kebenaran tidak boleh mati dua kali,” pungkasnya.

 

Red

Berita Terkait

Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!
Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Berita Terbaru