Ketua DPRD Indramayu Terima Audiensi Mahasiswa, Soroti Revisi UU Cipta Kerja hingga Perlindungan Lahan Pertanian

DETIK TIMUR

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:42 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

‎Indramayu, Detiktimur.net

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., didampingi Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, H. Edi Fauzi, S.IP., beserta jajaran, menerima audiensi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama, BEM Nusantara, serta Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu Cirebon (IKMI), pada Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Audiensi tersebut berlangsung di aula Gedung DPRD Kabupaten Indramayu yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No.159, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai kebijakan nasional dan daerah yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat, khususnya petani dan buruh.

‎Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satunya adalah mendesak pemerintah untuk segera merevisi Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya terkait kebijakan kemudahan impor. Mereka menilai kebijakan impor yang tidak diawasi secara ketat berpotensi merugikan petani lokal serta melemahkan kedaulatan pangan nasional.

‎Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah pasal dalam UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh pabrik. Mereka menilai regulasi tersebut belum sepenuhnya memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

‎Tuntutan lainnya adalah revisi dan perluasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Indramayu. Saat ini, cakupan LP2B disebut baru mencapai sekitar 40 persen. Mahasiswa mendesak agar angka tersebut ditingkatkan hingga minimal 87 persen sesuai arahan nasional, guna melindungi lahan pertanian dari alih fungsi yang semakin masif.

‎Mahasiswa juga menolak sistem outsourcing atau alih daya yang dinilai menciptakan ketidakpastian kerja bagi buruh. Sistem tersebut dianggap menyebabkan status kerja jangka pendek, minim perlindungan, serta tidak memberikan kepastian jenjang karier. Mereka meminta negara hadir untuk menjamin pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

‎Selanjutnya, mahasiswa mendesak pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk segera menetapkan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Indramayu sebagai langkah konkret mencegah alih fungsi lahan. Mereka juga menuntut pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan guna mengatasi ketimpangan penguasaan lahan.

‎Tak hanya itu, mahasiswa secara tegas menolak industrialisasi di kawasan Segitiga Rebana yang dinilai berpotensi mengorbankan lahan pertanian produktif dan ruang hidup masyarakat. Mereka juga menolak segala bentuk penggusuran yang dilakukan atas nama pembangunan.

‎Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., menyatakan pihaknya akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa DPRD akan menindaklanjuti tuntutan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

‎“Kami akan menampung semua aspirasi atau tuntutan dan akan menindaklanjutinya, kalau kebijakan yang berkaitan dengan kebijakan pusat maka kami akan berkordinasi dengan DPR RI” ujar Nurhayati.

‎Sementara itu, H. Edi Fauzi, S.IP., mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang masih peduli terhadap kepentingan rakyat. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai demokrasi masih tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

‎”Saya beri apresiasi dan rasa bangganya terhadap ade – ade  mahasiswa yang masih peduli mau berpikir terhadap kepentingan rakyat. Menurut saya, hal tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai demokrasi dikalangan anak muda masih tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat” ungkap H. Edi Fauzi.

‎Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya di Kabupaten Indramayu.

(MT Jahol)

‎

Berita Terkait

13 Pesantren di Jabar Jadi Korban Dugaan Penipuan Program MBG, Rugi hingga Ratusan Juta
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Menilai Mbak Tutut Mampu Menjadi Nakhoda Golkar yang Visioner
Samsuri Resmi Capres RI 2029–2034, Akan Jalankan Visi-Misi Partai Cinta Negeri yang Berorientasi pada Persatuan dan Kesejahteraan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Dugaan Penggunaan Narkotika Dibantah Hasil Pemeriksaan, Polres Tanah Karo Tegaskan Tes Urine Negatif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Warga Desa Mangga Meradang! Titik Pengaspalan Dipertanyakan, Material Sertu Hambat Akses Mencari Nafkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:23 WIB

Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02 WIB

“Janji di Atas Kertas, Realitas di Lapangan — Masyarakat Menagih Kinerja Kapolri Baru”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

DPD PSI Kabupaten Bangka Bersama Masyarakat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Sungailiat

Berita Terbaru