Kasus Winda Lorenza Tak Boleh Gelap: PPMSU Desak Mabes Polri Bongkar Dugaan Pembunuhan dan TPPO!

ASWAR

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 18:22 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.id JAKARTA — Puluhan massa Persatuan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026). Mereka mendesak Polri mengusut tuntas dugaan kejanggalan di balik kematian almarhumah Winda Lorenza, mantan istri seorang oknum anggota Polsek Medan Sunggal.

 

PPMSU menilai kasus tersebut tidak boleh berhenti sebatas penyelidikan administratif. Massa mendesak aparat penegak hukum membuka secara terang dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu, termasuk dugaan pembunuhan berencana dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mereka soroti dalam kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Aksi puluhan mahasiswa dan pemuda itu mendapat respons dari perwakilan pejabat Mabes Polri. Aspirasi, laporan, serta sejumlah poin tuntutan yang dibawa dari Sumatera Utara diterima untuk ditindaklanjuti dan diteruskan kepada pimpinan serta divisi terkait, termasuk Bareskrim dan Divpropam Polri.

 

Namun, bagi PPMSU, penerimaan berkas bukanlah akhir persoalan. Mereka menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penanganan kasus ini bukan pada diterimanya laporan, melainkan pada keberanian aparat membuka seluruh fakta dan mengambil tindakan hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.

 

PPMSU secara tegas mendesak Bareskrim Polri mengambil alih penanganan kasus dari tingkat daerah apabila diperlukan demi menjamin proses penyidikan berjalan independen, objektif, dan bebas dari dugaan intervensi maupun konflik kepentingan.

 

Selain itu, PPMSU mendesak aparat menindak tegas pihak yang diduga terlibat berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang sah. Mereka juga meminta Propam Polri memeriksa dugaan keterlibatan anggota kepolisian serta menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan apabila pelanggaran terbukti.

 

Dugaan TPPO yang turut disuarakan massa juga diminta tidak dibiarkan menguap. PPMSU mendesak seluruh informasi, aliran dana, serta pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut ditelusuri secara serius dan transparan.

 

“Kami mengapresiasi perwakilan Mabes Polri yang telah menerima tuntutan kami hari ini. Tetapi kami tegaskan, aksi ini bukan akhir. Kami akan kawal terus prosesnya. Janji dan berkas yang sudah diterima harus dibuktikan dengan langkah hukum yang nyata. Jangan sampai kasus ini kembali tenggelam tanpa kejelasan,” tegas Koordinator Aksi PPMSU, Oza Hasibuan, di depan Mabes Polri.

 

Ia menegaskan PPMSU tidak akan berhenti pada aksi jalanan. Pengawalan akan dilanjutkan ke sejumlah lembaga negara untuk memastikan perkara tersebut mendapat perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak.

 

Usai menyerahkan berkas tuntutan di Mabes Polri, massa PPMSU kemudian bergerak menuju kantor Komnas HAM RI. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pengawasan independen terhadap penanganan perkara sekaligus memastikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan persoalan lain yang berkaitan dengan kematian Winda Lorenza mendapat perhatian serius.

 

PPMSU juga mendorong penelusuran transaksi keuangan yang dianggap berkaitan dengan perkara melalui lembaga berwenang, termasuk PPATK, apabila terdapat dasar hukum dan indikasi transaksi mencurigakan.

 

PPMSU menegaskan satu hal: kasus kematian Winda Lorenza tidak boleh berhenti pada tumpukan berkas dan janji tindak lanjut. Mereka menuntut fakta dibuka, dugaan keterlibatan diusut, dan siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Dari Jalan ke Dunia Pendidikan, 20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Siap Layani Siswa Sekolah Rakyat
Dugaan Penggunaan Narkotika Dibantah Hasil Pemeriksaan, Polres Tanah Karo Tegaskan Tes Urine Negatif
Warga Desa Mangga Meradang! Titik Pengaspalan Dipertanyakan, Material Sertu Hambat Akses Mencari Nafkah
Kami Muak Dengan Janji!! Warga Kutalimbaru Teriak: Jangan Biarkan Bandar Terus Menghancurkan Ekonomi Kami!
Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:28 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Berita Terbaru