Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Berjalan Damai

DETIK TIMUR

- Redaksi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:50 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil di kawasan Tugu Tani (Patung Pahlawan), Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10), berlangsung tertib. Aksi tersebut digelar bertepatan dengan momentum evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Massa aksi yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) bersama sejumlah elemen mahasiswa, di antaranya BEM UI, BEM IPB, HMI dan GMNI, menyampaikan lima tuntutan utama, meliputi penanganan bencana nasional, perbaikan kebijakan ekonomi, perlindungan kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta penurunan biaya pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, massa sempat menggunakan sebagian bahu jalan dan membentangkan spanduk berukuran besar di kawasan monumen Tugu Tani. Kondisi tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Menteng, Cikini, Kebon Sirih, dan Kwitang. Berkat pelayanan dan pengamanan yang dilakukan personel Polri, situasi tetap terkendali. Massa mulai membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.50 WIB, disusul pemulihan arus lalu lintas secara bertahap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di Bekasi, kegiatan diskusi dan bedah buku bertajuk *“Pergeseran Makna Anarkisme dari Rezim ke Rezim”* dilaksanakan di Taman You and Us, Harapan Indah, pada pukul 15.30–18.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 peserta dari kalangan pelajar dan kelompok diskusi. Pembahasan mencakup perkembangan pemaknaan anarkisme dari era kolonial, Orde Lama, Orde Baru, hingga era kontemporer dalam perspektif sejarah, sosial, dan politik.

Diskusi berlangsung hingga selesai dan seluruh peserta meninggalkan lokasi. Berdasarkan informasi yang tersedia, tidak terdapat rencana keikutsertaan peserta dalam aksi unjuk rasa di Jakarta setelah kegiatan tersebut. Dengan demikian, kegiatan diskusi tersebut tidak berlanjut pada mobilisasi pelajar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.

Secara keseluruhan, kedua kegiatan berlangsung kondusif. Pelayanan dan pengamanan Polri berperan dalam menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa, sedangkan kegiatan diskusi di Bekasi berakhir tanpa indikasi keterlibatan peserta dalam aksi lanjutan di Jakarta. (Red).

Berita Terkait

Bumi Sakti Alam Kerinci Terancam, PETI di Batang Merangin Harus Ditempatkan Sebagai Kejahatan Lingkungan Serius
Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima
Kemenimipas Sanksi 1.163 Pegawai dan 124 Diberhentikan Tidak Hormat, Menteri Agus Andrianto Buktikan Penertiban Imipas Dilakukan Terbuka dan Tegas
KAKI Jatim Soroti Gaji Wantimpres Rp 1,9 Miliar per bulan, Jangan Jual Rakyat Demi Kepentingan Pejabat
Polemik Ijazah Gibran Belum Reda, Jerry Massie Singgung Mekanisme Pemberhentian Wakil Presiden
.Mahkamah Konstitusi dalam Sorotan: Antara Independensi, Etika, dan Kepercayaan Publik
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
DPP LPPI Soroti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong: Jangan Asal Menyimpulkan, Itu Rumah Dinas!

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:54 WIB

Bongkar Mafia BBM, Dugaan Aliran Solar Subsidi Untuk Ratusan Ekskavator Tambang Ilegal di Nagan Raya

Kamis, 24 September 2026 - 01:27 WIB

Izin Tanpa Pembebasan Hak Adalah Kejahatan: PT AJB Harus Dihentikan Sampai Status Tanah Jelas

Berita Terbaru