BOS Rp1,23 Miliar Diduga Disikat! Mahasiswa Kepung Dugaan Skandal di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan, Tipikor Jangan Mati Suri!

ASWAR

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:01 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Aroma dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan kini meledak ke meja aparat penegak hukum. Ketua DPD Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) Deli Serdang resmi melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, mendesak penanganan cepat oleh bidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

 

Sorotan tajam mengarah pada dua pos anggaran yang dinilai janggal: pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp89.234.000 serta pengembangan perpustakaan senilai Rp283.498.600.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut aliansi, kondisi fisik sekolah di lapangan justru dinilai masih layak dan tidak menunjukkan urgensi pemeliharaan besar. “Kalau bangunan masih memadai, untuk apa dianggarkan puluhan juta rupiah? Ini yang kami pertanyakan,” tegas mereka.

 

Tak berhenti di situ, pengembangan perpustakaan yang menyedot hampir Rp283 juta juga dipersoalkan. Fakta di lapangan disebut tidak mencerminkan adanya peningkatan signifikan fasilitas maupun kualitas layanan perpustakaan bagi siswa.

 

Data yang dihimpun menyebut total Dana BOS yang diterima sekolah sepanjang 2025 mencapai Rp1.230.871.320, dengan rincian:

 

Tahap I (22 Januari 2025): Rp615.600.000

 

Tahap II (17 September 2025): Rp615.271.320

 

Totalnya tembus Rp1,23 miliar lebih. Angka fantastis untuk ukuran satu sekolah negeri.

 

M.Z. Padli selaku Ketua AMB Deli Serdang menegaskan, Dana BOS adalah uang rakyat yang dititipkan untuk kepentingan siswa. “Setiap rupiah wajib transparan dan tepat sasaran. Kalau jumlahnya miliaran, maka pertanggungjawabannya harus seterang mungkin. Tidak boleh ada ruang abu-abu,” tegasnya.

 

Ketua GEMPUR Deli Serdang, M.S. Didayatullah, ikut angkat suara. Ia menilai pengelolaan Dana BOS 2025 di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan patut diuji secara hukum. “Ini bukan soal opini. Ini soal data dan realisasi anggaran,” katanya.

 

Sementara Irpan, Ketua GEMA (Gerakan Mahasiswa Aktivis), membeberkan bahwa dalam dokumen perencanaan, anggaran BOS dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan, pemeliharaan sarpras, pembayaran langganan daya dan jasa, serta mendukung kegiatan pembelajaran dan administrasi.

 

Namun, kondisi fisik sekolah disebut memunculkan tanda tanya besar. Dinding retak, plafon berlubang, dan fasilitas perpustakaan yang belum menunjukkan lonjakan kualitas menjadi potret yang kontras dengan angka miliaran rupiah yang digelontorkan.

 

“Rp1.230.871.320 itu uang rakyat. Penggunaannya wajib transparan. Pertanggungjawabannya tidak boleh setengah-setengah,” tegas Irpan.

 

M. Syahrizal, Ketua Pergerakan Mahasiswa Pemuda Nusantara Deli Serdang, menambahkan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan. “Setiap dugaan penyimpangan harus diuji terbuka dan profesional agar kepercayaan publik tidak runtuh,” ujarnya.

 

Aliansi mahasiswa menegaskan, jika aparat penegak hukum tidak segera bergerak, mereka siap turun ke jalan. Aksi demonstrasi disebut sebagai opsi terakhir bila laporan mereka terkesan diabaikan.

 

Jika penegakan hukum tumpul dalam perkara ini, maka yang dipertaruhkan bukan hanya Rp1,23 miliar, tetapi marwah pendidikan dan kepercayaan publik. Aparat tidak boleh ragu, tidak boleh lamban, dan tidak boleh bermain aman. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan atau publik yang akan memaksa kebenaran itu dibuka seterang-terangnya.

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan
Dugaan Jatah Rp73 Miliar Mengguncang Dikbud Rohil, Keponakan Bupati H. Bistamam Diduga Jadi Pintu Masuk Permainan Anggaran?
22 Unit Perumahan Bhayangkara Diduga Langgar PBG, Tokoh Masyarakat Desak Pemerintah Pusat “Cabut Duri dan Basmi Benalu” di Pemko Medan
Temui Pimpinan BI, Ketua PWI Sulsel Bicara Pentingnya Pelibatan Wartawan Muda

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Polres Bangka Barat Terus Pantau Tambang DAS Kampak Tak Boleh Beroperasi Sebelum Legalitas Jelas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:37 WIB

KAKI Jatim Desak Ketua KPK Setyo Budiyanto Jemput Paksa Nusron Wahid

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Akun IG “Makassar Terekam” Resmi Dilaporkan Karna Membuat Peta Komflik Dengan Memposting Tuduhan A Nasrun Dg Tarang Danai Geng Motor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Polres Bangka Barat Ultimatum Penambang DAS Kampak: Legalitas Belum Terbit, Jangan Beraktivitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dampingi PJU Polda Sulsel, Kapolresta Gowa Cek Langsung Kantor Pos Pascadirusak Massa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Polresta Gowa dan Bank Sulselbar Perkuat Sinergi, Tingkatkan Keamanan Layanan Perbankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Kakanwil Sulsel Perkuat Tugas dan Fungsi Petugas Pemasyarakatan di Lapas Watampone

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Temui Pimpinan BI, Ketua PWI Sulsel Bicara Pentingnya Pelibatan Wartawan Muda

Berita Terbaru