Kalau Benar Setiap Tahun ada Bazar, Lalu Kemana Aliran Kontribusinya? Warga : Fasilitas Umum Kok Dipungut Biaya,Ini Ruang Publik Atau Ladang Pungutan!

ASWAR

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:56 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Dugaan persoalan dalam pengelolaan fasilitas umum di Alun-Alun Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi sorotan publik. Temuan di lapangan memunculkan pertanyaan serius terkait pengelolaan ruang publik yang seharusnya menjadi fasilitas terbuka dan nyaman bagi masyarakat, namun justru menampilkan kondisi yang memicu kritik.

Tim investigasi media yang melintas di Jalan Sultan Serdang, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, pada Jumat (7/3/2026) mendokumentasikan kondisi di dalam area alun-alun. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang diduga sudah berhari-hari tidak diangkut, menimbulkan kesan kuat bahwa pengelolaan kebersihan kawasan yang baru diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang itu tidak berjalan maksimal.

Temuan lain yang memantik perhatian adalah keberadaan toilet umum pria dan wanita yang ditempeli stiker bertuliskan Rp2.000. Pungutan terhadap fasilitas umum ini langsung memicu pertanyaan masyarakat, sebab fasilitas tersebut berada di ruang publik yang seharusnya dikelola secara terbuka dan transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga menyebut kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Menurut mereka, sebelum kawasan tersebut dijadikan alun-alun oleh pemerintah daerah, fasilitas toilet di lokasi itu justru sering terlihat dalam kondisi terkunci dan tidak dapat digunakan masyarakat.

Sorotan semakin tajam ketika kawasan tersebut kini ramai digunakan dalam kegiatan Bazar Ramadhan yang digelar di lapangan bola Dusun IV, Desa Buntu Bedimbar. Warga menyebut kegiatan bazar tahunan tersebut kerap menuai polemik karena diduga dikelola oleh kelompok tertentu yang memanfaatkan aset desa di wilayah tapal batas tanpa keterlibatan masyarakat secara luas.

Bahkan beredar rumor di tengah masyarakat bahwa pengelolaan bazar lebih banyak memprioritaskan kelompok tertentu, sementara sebagian warga Desa Buntu Bedimbar yang tersebar di 13 dusun disebut tidak dilibatkan secara terbuka dalam kegiatan tersebut. Kondisi ini semakin memicu pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan kegiatan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu.

Sorotan publik juga semakin menguat setelah muncul informasi bahwa PBB Lapangan Bola Dusun IV diduga menunggak hingga mencapai sekitar Rp138 juta. Hal ini memicu pertanyaan besar masyarakat mengenai bagaimana pengelolaan aset desa dan kegiatan bazar yang setiap tahun digelar jika persoalan kewajiban pajak justru disebut menumpuk hingga ratusan juta rupiah.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Zeni yang disebut sebagai badan penyelenggara kegiatan bazar di Alun-Alun Desa Buntu Bedimbar Dusun IV memberikan penjelasan terkait pungutan toilet serta kondisi kebersihan di lokasi tersebut. Ia menyebut pungutan Rp2.000 pada toilet memang dilakukan setiap tahun saat bazar berlangsung dan disebut digunakan untuk perawatan lapangan.

“Tiap tahun kalau kamar mandi itu memang dikutip dua ribu bang. Itu buat perawatan lapangan. Itu pun pas waktu acara bazar saja, karena sebelum alun-alun dibuat kamar mandi itu sudah ada bang. Sampah tiap hari dikutip oleh orang kecamatan bang. Ya bang, itu belum dikutip sama orang kecamatan berarti bang,” ujarnya.

Namun dalam proses konfirmasi yang dilakukan tim media, terdapat tiga poin pertanyaan utama yang diajukan. Dari tiga hal tersebut, pihak penyelenggara hanya memberikan penjelasan terkait pungutan stiker toilet Rp2.000 dan kondisi tumpukan sampah di lokasi bazar.

Sementara itu, dua pertanyaan penting lainnya hingga kini belum mendapatkan jawaban, yakni terkait kebenaran apakah pungutan tersebut benar-benar digunakan untuk perawatan Lapangan Bola Dusun IV yang merupakan aset Desa Buntu Bedimbar, serta apakah benar pihak Senada Production selaku pengelola bazar selama ini memberikan kontribusi resmi kepada Pemerintah Desa setempat.

Selain itu, tim media juga mempertanyakan mengenai informasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Lapangan Bola Dusun IV yang disebut mencapai sekitar Rp138 juta. Hingga berita ini diterbitkan, pertanyaan tersebut belum mendapatkan penjelasan atau klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin mendesak adanya transparansi dari pihak penyelenggara bazar maupun pemerintah terkait. Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Deli Serdang, turun tangan menelusuri pengelolaan fasilitas umum, aliran pungutan terhadap toilet publik, serta kejelasan pengelolaan aset desa agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus berlarut-larut.

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan
Dugaan Jatah Rp73 Miliar Mengguncang Dikbud Rohil, Keponakan Bupati H. Bistamam Diduga Jadi Pintu Masuk Permainan Anggaran?
22 Unit Perumahan Bhayangkara Diduga Langgar PBG, Tokoh Masyarakat Desak Pemerintah Pusat “Cabut Duri dan Basmi Benalu” di Pemko Medan
Temui Pimpinan BI, Ketua PWI Sulsel Bicara Pentingnya Pelibatan Wartawan Muda

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Polres Bangka Barat Terus Pantau Tambang DAS Kampak Tak Boleh Beroperasi Sebelum Legalitas Jelas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:37 WIB

KAKI Jatim Desak Ketua KPK Setyo Budiyanto Jemput Paksa Nusron Wahid

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Akun IG “Makassar Terekam” Resmi Dilaporkan Karna Membuat Peta Komflik Dengan Memposting Tuduhan A Nasrun Dg Tarang Danai Geng Motor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Polres Bangka Barat Ultimatum Penambang DAS Kampak: Legalitas Belum Terbit, Jangan Beraktivitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dampingi PJU Polda Sulsel, Kapolresta Gowa Cek Langsung Kantor Pos Pascadirusak Massa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Polresta Gowa dan Bank Sulselbar Perkuat Sinergi, Tingkatkan Keamanan Layanan Perbankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Kakanwil Sulsel Perkuat Tugas dan Fungsi Petugas Pemasyarakatan di Lapas Watampone

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Temui Pimpinan BI, Ketua PWI Sulsel Bicara Pentingnya Pelibatan Wartawan Muda

Berita Terbaru