Dari Fasilitas Publik Jadi Bancakan Elit! Dugaan Korupsi di PPKS Medan Menguak Skema Kotor, Nepotisme dan Penggelembungan Anggaran Diduga Terjadi Terang-Terangan

ASWAR

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 13:00 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Medan — Dugaan praktik korupsi di tubuh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan kian mencuat ke permukaan. Bahkan, proyek pembangunan lapangan voli di lingkungan kantor yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso No.51 itu kini menjadi sorotan tajam publik. Selasa (21/4/2026), berbagai indikasi penyimpangan mulai dari mark-up anggaran hingga dugaan praktik nepotisme disebut-sebut terjadi secara terang-terangan.

 

Pembangunan lapangan voli yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang bagi karyawan dan masyarakat sekitar, justru diduga berubah menjadi ladang bancakan oknum tertentu. Proyek yang mestinya selesai tepat waktu kini terbengkalai, diduga kuat akibat permainan anggaran yang tidak wajar. Sumber di lapangan menyebut adanya permintaan penggelembungan biaya (mark-up) yang tidak masuk akal, sehingga menghambat proses pengerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tak hanya itu, aroma kolusi dan nepotisme juga tercium dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dugaan adanya “orang dalam” yang bermain untuk meloloskan pihak tertentu dalam pengerjaan proyek memperkuat indikasi bahwa pembangunan ini tidak berjalan secara profesional dan transparan. Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran administratif ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik.

 

Lebih jauh, proyek pembangunan lapangan voli ini diduga sarat praktik suap, pengalihan pekerjaan secara tidak sah, hingga ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Publik pun mulai geram, menuntut adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

 

Desakan kini mengarah kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk segera turun tangan. Publik menilai, jika praktik ini dibiarkan, bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kredibilitas institusi dan menghancurkan kepercayaan masyarakat.

 

Tak berhenti di situ, sorotan juga diarahkan kepada pimpinan daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta tidak tinggal diam. Bahkan, Ombudsman Republik Indonesia turut didesak untuk mengawasi dan mengusut dugaan maladministrasi dalam proyek ini.

 

Kasus ini menjadi cerminan betapa bobroknya tata kelola jika benar terjadi praktik kotor di balik proyek sederhana sekalipun. Lapangan voli yang seharusnya menjadi ruang publik sehat justru diduga dijadikan simbol kerakusan dan permainan kotor segelintir oknum.

 

Jika aparat penegak hukum masih memilih diam, maka publik berhak mempertanyakan: siapa sebenarnya yang dilindungi? Dan sampai kapan praktik semacam ini dibiarkan merajalela?

 

Red/Tim

Berita Terkait

Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkompinda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

DPD PSI Kabupaten Bangka Bersama Masyarakat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Sungailiat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Polres Bangka Barat Terus Pantau Tambang DAS Kampak Tak Boleh Beroperasi Sebelum Legalitas Jelas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:37 WIB

KAKI Jatim Desak Ketua KPK Setyo Budiyanto Jemput Paksa Nusron Wahid

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Akun IG “Makassar Terekam” Resmi Dilaporkan Karna Membuat Peta Komflik Dengan Memposting Tuduhan A Nasrun Dg Tarang Danai Geng Motor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Polres Bangka Barat Ultimatum Penambang DAS Kampak: Legalitas Belum Terbit, Jangan Beraktivitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dampingi PJU Polda Sulsel, Kapolresta Gowa Cek Langsung Kantor Pos Pascadirusak Massa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Polresta Gowa dan Bank Sulselbar Perkuat Sinergi, Tingkatkan Keamanan Layanan Perbankan

Berita Terbaru