Program BGN, MBG Hadir Di Pesantren dan ciptakan gerakan pertumbuhan ekonomi

DETIK TIMUR

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:42 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Rabu,10 Desember 2025- Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas komitmennya dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN menggandeng berbagai lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren, untuk memastikan para santri mendapatkan asupan bergizi secara merata dan berkelanjutan. Salah satu contoh nyata implementasi program ini adalah di Kabupaten Kendal, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fadllu 2.

Program MBG bertujuan memberikan akses makanan sehat, aman, dan bernutrisi kepada para santri setiap hari. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam pencegahan stunting, peningkatan kesehatan remaja, serta mendukung konsentrasi belajar dan kegiatan keagamaan di pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disambut oleh berbagai pihak seperti Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana dan jajaran atas komitmennya menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis bagi para santri di berbagai wilayah Indonesia. Program ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendukung kesehatan, daya tahan tubuh, dan kualitas pembelajaran di lingkungan pesantren.

Salah satu implementasi program yang menjadi perhatian adalah pelaksanaannya di Kabupaten Kendal, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fadllu 2. Melalui program ini, para santri menerima asupan makanan sehat, bergizi, dan seimbang setiap hari sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi remaja serta pencegahan stunting di lingkungan pendidikan keagamaan.

Ketua Umum DPP LPPI Dedi Siregar menyampaikan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan di pesantren. “BGN telah menunjukkan keberpihakan nyata kepada para santri. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mendukung peningkatan konsentrasi belajar dan aktivitas keagamaan di pesantren.

Kami mengapresiasi pelaksanaan yang sudah berjalan dengan baik di Pondok Pesantren Al Fadllu 2 Kendal,” ujarnya.

Kami menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan perlu mendapat perhatian lebih dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi santri.

Program yang dijalankan BGN ini juga mencakup edukasi gizi, peningkatan standar dapur pesantren, serta monitoring kualitas bahan makanan, sehingga manfaatnya tidak hanya jangka pendek tetapi berkelanjutan.

 

 

 

Program BGN, MBG Hadir Di Pesantren dan ciptakan gerakan pertumbuhan ekonomi
pesantren, seperti di Kabupaten Kendal Pondok Pesantren Al Fadllu 2, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang produktif dan bermanfaat. program ini memberikan dampak ekonomi langsung, antara lain, Peningkatan permintaan hasil pertanian lokal, seperti beras, sayur, buah, dan protein hewani. Pemberdayaan UMKM dalam pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, dan distribusi logistik. Penciptaan lapangan kerja baru di bidang pengelolaan dapur sehat, katering pesantren, dan transportasi bahan pangan. Stabilisasi ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang berfokus pada perumusan kebijakan, koordinasi, serta implementasi program-program peningkatan gizi masyarakat Indonesia. BGN bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan dunia usaha untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting. (Red)

Berita Terkait

Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Berjalan Damai
Bumi Sakti Alam Kerinci Terancam, PETI di Batang Merangin Harus Ditempatkan Sebagai Kejahatan Lingkungan Serius
Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima
Kemenimipas Sanksi 1.163 Pegawai dan 124 Diberhentikan Tidak Hormat, Menteri Agus Andrianto Buktikan Penertiban Imipas Dilakukan Terbuka dan Tegas
KAKI Jatim Soroti Gaji Wantimpres Rp 1,9 Miliar per bulan, Jangan Jual Rakyat Demi Kepentingan Pejabat
Polemik Ijazah Gibran Belum Reda, Jerry Massie Singgung Mekanisme Pemberhentian Wakil Presiden
.Mahkamah Konstitusi dalam Sorotan: Antara Independensi, Etika, dan Kepercayaan Publik
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Dugaan Jatah Rp73 Miliar Mengguncang Dikbud Rohil, Keponakan Bupati H. Bistamam Diduga Jadi Pintu Masuk Permainan Anggaran?

Berita Terbaru