Postingan Istri Sekretaris Disdikbud Rohil Memanas, Berujung Dugaan Intimidasi Wartawan Via WhatsApp

ASWAR

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 22:53 WIB

5011 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGANSIAPIAPI,Detiktimur.id — Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir, Riwansyah, S.STP., M.Si., menjadi sorotan setelah muncul dugaan intimidasi terhadap seorang wartawan melalui pesan WhatsApp.

 

Persoalan tersebut mencuat setelah aktivitas di media sosial yang dikaitkan dengan Eka Damayanti, yang disebut sebagai istri Riwansyah, menuai respons dari sejumlah pihak. Dalam salah satu unggahan, terdapat kalimat, “Jgn uji kesabaran abang ini yaa, mengerikan” dan “nglawan akun bodong kalian.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kolom komentar kemudian berkembang menjadi perdebatan. Salah seorang akun bernama Heri Syahputra menulis, “BUKAN URUSAN MU INI,” yang kemudian dibalas Eka Damayanti dengan kalimat, “gausah kau melapak di fb ku.”

 

Persoalan disebut tidak berhenti di media sosial. Riwansyah kemudian diduga menghubungi seorang wartawan melalui WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, menurut keterangan yang beredar, terdapat ucapan kasar serta pernyataan yang dinilai bernada intimidasi dan ancaman.

 

Dugaan tersebut menjadi sorotan karena Riwansyah bukan masyarakat biasa, melainkan pejabat ASN yang menduduki posisi Sekretaris Disdikbud Rohil. Sikap pejabat pemerintah dalam menghadapi wartawan dan kritik publik tentu menjadi perhatian, terutama apabila komunikasi tersebut berkaitan dengan pemberitaan.

 

Perbedaan pendapat semestinya dapat diselesaikan melalui klarifikasi, hak jawab maupun mekanisme komunikasi yang profesional. Karena itu, dugaan adanya ucapan kasar dan ancaman melalui pesan pribadi perlu dijelaskan secara terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

 

Selain persoalan komunikasi WhatsApp, Riwansyah sebelumnya juga menjadi perhatian terkait foto yang diduga memperlihatkan dirinya mengenakan pakaian bergambar figur politik tertentu. Hal tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai sikap netral seorang ASN dan perlu dijelaskan berdasarkan konteks serta kegiatan saat foto tersebut diambil.

 

Dengan demikian, sorotan terhadap Riwansyah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas media sosial, tetapi juga menyangkut dugaan intimidasi terhadap wartawan serta pertanyaan mengenai netralitas sebagai pejabat ASN.

 

Saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp mengenai dugaan intimidasi tersebut, Irwansyah membantah adanya tindakan intimidasi. Ia justru mempertanyakan bentuk intimidasi yang dimaksud dan menegaskan bahwa dirinya selalu menghormati seluruh profesi, termasuk insan pers dan jurnalistik.

 

“Mohon maaf kanda, intimidasi seperti apa? Saya selalu menghormati semua profesi kanda dan begitu juga dengan rekan insan pers dan jurnalistik saya selalu menghormati kanda,” demikian respons Irwansyah melalui WhatsApp.

 

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam persoalan ini. Namun, di tengah adanya dugaan ucapan kasar dan pernyataan bernada ancaman yang dipersoalkan oleh seorang wartawan, penjelasan mengenai konteks komunikasi tersebut tetap menjadi hal yang perlu diperjelas.

 

Publik pun menunggu penjelasan yang lebih utuh terkait isi pesan WhatsApp, kronologi komunikasi, maksud pernyataan yang disampaikan, serta konteks persoalan yang melatarbelakanginya.

 

Sebab, ketika komunikasi tersebut melibatkan seorang pejabat pemerintahan dengan wartawan, persoalannya tidak lagi sekadar percakapan pribadi. Cara seorang pejabat merespons kritik dan kerja jurnalistik menjadi bagian dari perhatian publik terhadap profesionalitas aparatur pemerintahan.

 

Terlepas dari bantahan yang telah disampaikan, seluruh pihak tentu memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi agar persoalan ini dapat dilihat berdasarkan fakta dan konteks komunikasi secara utuh.

 

Redaksi

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Kapolresta Deli Serdang Gelar Subuh Keliling di Lubuk Pakam
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Dugaan Jatah Rp73 Miliar Mengguncang Dikbud Rohil, Keponakan Bupati H. Bistamam Diduga Jadi Pintu Masuk Permainan Anggaran?

Berita Terbaru