Detiktimur.id DELI SERDANG — Dugaan maraknya peredaran narkoba di Dusun IV, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi sorotan. Warga menyebut peredaran barang haram tersebut diduga terus berjalan, sementara penindakan yang terjadi justru kerap menyasar pemakai.
“Miris kali kampung kami ini, Bang. Pemakai yang baru habis belanja keluar lokasi tiba-tiba sudah ada penangkapan. Sementara bandar dan pengedar yang disebut berada tidak jauh dari lokasi malah seperti tidak tersentuh,” ujar warga.
Menurut warga, pola tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Mereka mempertanyakan apa sebenarnya target pemberantasan narkoba apabila orang yang berada di ujung mata rantai terus ditangkap, sementara pihak yang diduga menyediakan barang tetap dapat menjalankan aktivitasnya, Sabtu (22/8/2026).
“Pemakai itu korban. Kalau memang mau memberantas, kenapa tidak kejar yang menjual dan memasok? Kami heran, aparat disebut tahu bandar dan pengedar ada di sekitar lokasi, tetapi yang ditangkap malah pemakai yang baru keluar setelah membeli,” katanya.
Sejumlah nama, di antaranya RE, KK dan LK, disebut dalam informasi warga terkait dugaan aktivitas narkotika. Seluruh informasi tersebut masih berupa keterangan sumber dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi.
Warga juga mempertanyakan sejumlah penangkapan kurir yang disebut dapat diketahui secara rinci, mulai dari kendaraan, warna, nomor polisi hingga jumlah barang.
Jika informasi mengenai pengiriman sudah sedetail itu, mengapa ujungnya hanya kurir? Mengapa pemasok dan pengendali tidak ikut diburu?
Informasi lapangan kemudian menyeret nama Husen, yang disebut sumber memiliki hubungan dekat dengan Kasat Resnarkoba Deli Serdang. Klaim tersebut belum terverifikasi dan membutuhkan klarifikasi.
Nama Husen juga disebut warga dalam informasi terkait kepemilikan senjata api jenis shotgun. LK dan KK disebut memiliki senjata yang diduga berasal dari Husen. Bahkan, warga menyebut senjata tersebut diduga dibagikan kepada sejumlah anggota kelompok.
Persoalan semakin menjadi tanda tanya ketika senjata yang disebut pernah diamankan dalam penindakan oleh Kasat Resnarkoba Deli Serdang Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., diklaim kemudian diserahkan kembali kepada Husen.
“Senjata itu sempat dirazia dan diamankan. Tapi informasi yang kami dapat, kemudian diserahkan kembali kepada Husen. Kalau benar, atas dasar apa bisa dikembalikan?” ujar sumber.
Keresahan warga semakin memuncak karena mereka menilai dampak narkoba sudah merusak berbagai lapisan masyarakat.
“Tua, muda, remaja semua rusak. Kalau seperti ini terus, apa fungsi aparat? Masa yang jadi korban dan pemakai terus ditangkap, sementara bandar yang membuat barang itu beredar justru tidak tersentuh?” kata warga.
Warga bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan tertentu antara bandar dengan oknum aparat. Mereka mempertanyakan apakah ada pihak yang sengaja membiarkan peredaran tetap berjalan atau bahkan menjadikan bandar tertentu sebagai “mitra kerja”.
Tanggapan keras dari warga, bahwa masyarakat meminta aparat tidak berhenti pada pemakai dan kurir. Jika benar bandar serta pengedar diketahui berada di sekitar lokasi, maka mereka lakukan pengembangan kepada pemasok pengendali,bukan pemakaian yang sudah jadi korban di korbankan lagi demi melindungi bandar dan big boss narkoba nya.
“Kalau serius memberantas, tangkap bandar, bongkar pemasoknya dan putus jalurnya. Jangan cuma mengejar orang yang sudah jadi korban dan melindungi big boss serta pengedar nya” tegas warga.
Terpisah, Kasatresnarkoba Deli Serdang memberikan respons singkat melalui WhatsApp terkait informasi yang mencuat mengenai dugaan peredaran narkoba dan persoalan senjata api di Tanjung Morawa B.
“Terima kasih informasinya. Segera kami atensi untuk penyelidikan/penindakan. Mohon dukungan nya,” jawabnya.
Pernyataan tersebut menjadi catatan tersendiri. Sebab, informasi yang disampaikan warga bukan hanya menyangkut dugaan peredaran narkoba, tetapi juga nama-nama yang disebut berada dalam lingkaran aktivitas tersebut serta dugaan kepemilikan senjata api jenis shotgun.
Warga juga menekankan bukan soal narkoba nya atau berapa orang yang ditangkap. Yang lebih penting adalah siapa yang membuat barang haram itu terus beredar dan siapa yang menikmati keuntungan di balik rusaknya generasi,”Tutup warga.
Tim

































