JAKARTA – Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) GPA Sultra yang berlangsung di Desa Ulusawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara pada 24-25 Oktober 2026
Kegiatan Rakerwil tersebut tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja dan penguatan organisasi, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan kader.
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Muh Iksan Saranani, mengatakan bahwa Rakerwil merupakan momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta memastikan seluruh jajaran organisasi bergerak secara terarah dalam menjalankan program kerja.
Menurutnya, GPA Sultra ingin membuktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya aktif dalam forum diskusi dan konsolidasi internal, tetapi juga harus hadir melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dan kader GPA di Sulawesi Tenggara agar semakin aktif, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Muh Iksan Saranani.
GPA Sultra Hadir Melalui Kegiatan Sosial
Dalam rangkaian kegiatan Rakerwil, GPA Sultra melaksanakan sejumlah aksi sosial, di antaranya pemberian bantuan untuk masjid, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta pemberian bantuan perlengkapan olahraga bagi para kader GPA.
Santunan kepada anak yatim diserahkan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah, H. Aminullah Siagian.
Muh Iksan menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian organisasi terhadap kehidupan masyarakat sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai keislaman, solidaritas, dan semangat gotong royong di kalangan pemuda.
“Bagi kami, keberadaan organisasi harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan untuk masjid, santunan kepada anak yatim, serta dukungan olahraga bagi kader merupakan bagian dari komitmen GPA untuk membangun kepedulian sosial dan memperkuat persaudaraan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, GPA Sultra akan terus mendorong agar kegiatan organisasi berjalan seimbang antara penguatan kelembagaan, pendidikan kader, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lima Poin Strategis Hasil Rakerwil GPA Sultra Muh Iksan Saranani menjelaskan bahwa Rakerwil GPA Sultra menghasilkan sejumlah poin strategis yang menjadi arah gerak organisasi ke depan.
Pertama, memperkuat tata kelola dan konsolidasi organisasi.
Seluruh pengurus dan kader GPA di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara didorong menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga organisasi semakin tertib, solid, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Kedua, mendorong pemuda muslim mendukung program pemerintah. GPA Sultra mengajak generasi muda, khususnya pemuda muslim, untuk berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah di daerah masing-masing melalui kontribusi yang positif, kritis, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ketiga, memperkuat gerakan antinarkotika. GPA Sultra menegaskan komitmennya untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Seluruh kader didorong mengambil peran dalam upaya pencegahan, edukasi, dan sosialisasi bahaya narkotika serta mendukung Polri dan BNN sesuai kewenangan masing-masing.
Menurut Muh Iksan, persoalan narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Karena itu, diperlukan keterlibatan bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah, organisasi kepemudaan, keluarga, dan masyarakat.
“Pemuda tidak boleh tinggal diam menghadapi ancaman narkotika. GPA harus menjadi bagian dari gerakan pencegahan, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan mengajak generasi muda menjauhi narkoba demi menyelamatkan masa depan bangsa,” tegasnya.
Keempat, membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi pemuda. Rakerwil mendorong pemuda muslim untuk mulai membangun kemandirian ekonomi sejak dini melalui pengembangan keterampilan, kewirausahaan, inovasi, dan pemanfaatan peluang usaha yang tersedia.
Menurutnya, pemuda harus memiliki keberanian untuk berusaha, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan peluang ekonomi sehingga mampu menjadi generasi produktif yang tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja, tetapi juga dapat membuka peluang bagi orang lain.
Kelima, memperkuat pendidikan dan kaderisasi di seluruh Sulawesi Tenggara. GPA Sultra berkomitmen mendorong pendidikan organisasi dan kaderisasi secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara guna melahirkan kader yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, memahami nilai-nilai keislaman, serta siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Lima poin ini harus menjadi pedoman kerja, bukan sekadar catatan hasil rapat. Kami ingin seluruh pengurus dan kader menerjemahkannya menjadi program nyata yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi secara berkelanjutan,” kata Muh Iksan.
Dihadiri Ketua Umum PP GPA dan Sejumlah Unsur Daerah
Pelaksanaan Rakerwil GPA Sultra dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, bersama Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GPA.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kapolres Konawe Utara, yakni Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Konawe Utara, Wawan; Kepala BNN Kabupaten Konawe, Kompol H. Tira Wijaya, S.H., M.H.; perwakilan pimpinan Lemhannas RI; pembina PMI Sultra, Sahrun Gaus; Kepala SMA Negeri 1 Konawe, Adam Basri Saleh, S.Si.; perwakilan Kodim 143 Konawe Utara; serta jajaran pengurus dan kader GPA se-Sulawesi Tenggara.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, serta unsur terkait dalam mendukung pembangunan daerah dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif bagi generasi muda.
Muh Iksan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Rakerwil GPA Sultra. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus ditingkatkan melalui program-program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Jadikan Rakerwil sebagai Titik Awal Gerakan Nyata
Menutup keterangannya, Muh Iksan Saranani menegaskan bahwa keberhasilan Rakerwil tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan atau banyaknya rekomendasi yang dihasilkan.
Ukuran utamanya adalah sejauh mana keputusan organisasi dapat dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pengurus dan kader.
Ia mengajak seluruh kader GPA di Sulawesi Tenggara untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kapasitas diri, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin GPA Sultra menjadi organisasi kepemudaan yang solid, mandiri, peduli terhadap persoalan sosial, aktif dalam pencegahan narkotika, serta serius membangun kualitas sumber daya manusia. Hasil Rakerwil harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata agar kehadiran GPA benar-benar memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan daerah,” tutup Muh Iksan Saranani.
Melalui Rakerwil ini, GPA Sultra menegaskan arah perjuangannya untuk membangun organisasi yang kuat secara internal, memiliki kepedulian sosial, dan mampu melahirkan generasi muda muslim yang berkarakter, mandiri, serta berkontribusi bagi kemajuan Sulawesi Tenggara dan Indonesia. (*)

































