BOCOR! Dugaan Uang Damai Rp200 Juta Warnai Perdamaian JIB-IPB, Warga Sebut Damai Cuma Sandiwara

ASWAR

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:44 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Langkat — Perdamaian kasus saling lapor warga Salapian yang sebelumnya dipamerkan di hadapan Forkopimda Kabupaten Langkat kini mulai retak dan memunculkan bau tak sedap. Di balik seremoni tanda tangan damai yang disaksikan pejabat tinggi daerah, masyarakat justru mencium adanya dugaan “mahar damai” ratusan juta rupiah yang kini jadi gunjingan panas warga.

 

Kasus yang sempat viral itu sebelumnya diklaim selesai secara kekeluargaan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ). Pelapor IPB mencabut laporan terhadap JIB dan putrinya LB (15) di Polres Langkat. Namun ironinya, usai damai diumumkan secara resmi, hubungan kedua pihak justru disebut semakin dingin dan penuh bara dendam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar menilai perdamaian itu hanya tampak manis di depan kamera dan pejabat, tetapi kenyataannya di lapangan berbeda jauh. Kedua pihak disebut masih saling sindir, saling buang muka, bahkan masih membicarakan konflik lama ke warga sekitar.

 

“Kalau ketemu masih saling pandang sinis. Yang dibahas warga sekarang malah uang damainya. Jadi kesannya bukan damai tulus, tapi seperti ada beban besar di belakangnya,” ungkap seorang warga, Sabtu (23/5/2026).

 

Lebih mengejutkan, beredar kabar bahwa uang yang diduga keluar demi “mengakhiri” perkara itu mencapai lebih dari Rp200 juta. Nominal fantastis tersebut disebut berasal dari hasil penjualan lahan sawit milik IPB melalui oknum kepala desa.

 

Jika informasi itu benar, publik menilai perdamaian tersebut berubah wajah menjadi transaksi mahal yang memaksa salah satu pihak mengorbankan aset demi menghentikan konflik hukum yang sudah telanjur viral.

Parahnya lagi, meski laporan telah dicabut dan perdamaian diumumkan di forum resmi Forkopimda, proses RJ disebut belum inkrah dan masih berada dalam pengawasan BAPAS Kabupaten Langkat. Fakta itu memicu pertanyaan publik: kalau benar sudah damai total, mengapa prosesnya masih menggantung?

 

Kondisi ini membuat masyarakat mulai menyoroti tajam pola penyelesaian perkara yang dipertontonkan ke publik. Jangan sampai jargon Restorative Justice malah berubah menjadi alat “pendingin situasi” sementara akar masalah dan tekanan sosial di lapangan masih membusuk.

 

Sebelumnya, mediasi besar itu dipimpin langsung Bupati Langkat H. Syah Afandin, S.H dan dihadiri Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, Kajari Langkat Asbach, Ketua DPRD Langkat Sribana Peranginangin, Ketua PN Stabat Lusi Emmi Kusumawati, tokoh masyarakat hingga lembaga pemerhati anak.

 

Dalam forum tersebut, kuasa hukum JIB, Andro Oki, S.H., membacakan surat perdamaian yang menegaskan pencabutan laporan dilakukan tanpa tekanan dan tanpa paksaan pihak mana pun.

 

Namun hari ini, publik justru mempertanyakan: apakah perdamaian itu benar-benar lahir dari hati nurani kedua belah pihak, atau hanya perdamaian “paksa halus” yang dibungkus bahasa kekeluargaan demi meredam kasus yang sudah telanjur menjadi sorotan luas?

 

Jika isu uang damai ratusan juta itu benar terjadi, maka kasus ini bukan lagi sekadar konflik warga biasa. Ini bisa berubah menjadi preseden buruk yang membuat masyarakat memandang Restorative Justice bukan sebagai jalan pemulihan keadilan, melainkan arena negosiasi mahal yang menyisakan dendam, tekanan, dan luka baru di tengah masyarakat.

 

Tim

Berita Terkait

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan
Dugaan Jatah Rp73 Miliar Mengguncang Dikbud Rohil, Keponakan Bupati H. Bistamam Diduga Jadi Pintu Masuk Permainan Anggaran?

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Bumi Sakti Alam Kerinci Terancam, PETI di Batang Merangin Harus Ditempatkan Sebagai Kejahatan Lingkungan Serius

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kemenimipas Sanksi 1.163 Pegawai dan 124 Diberhentikan Tidak Hormat, Menteri Agus Andrianto Buktikan Penertiban Imipas Dilakukan Terbuka dan Tegas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:38 WIB

KAKI Jatim Soroti Gaji Wantimpres Rp 1,9 Miliar per bulan, Jangan Jual Rakyat Demi Kepentingan Pejabat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Polemik Ijazah Gibran Belum Reda, Jerry Massie Singgung Mekanisme Pemberhentian Wakil Presiden

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:43 WIB

.Mahkamah Konstitusi dalam Sorotan: Antara Independensi, Etika, dan Kepercayaan Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA

Kamis, 24 September 2026 - 21:32 WIB

DPP LPPI Soroti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong: Jangan Asal Menyimpulkan, Itu Rumah Dinas!

Berita Terbaru