HEBOH! Jefrey Agustono Ariska Tantang Pembuktian di Pengadilan: “Jangan Mainkan Opini, Buktikan Secara Hukum!”

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:27 WIB

50684 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net LABUHANBATU – Pihak korban, Jefrey Agustono Ariska, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media online mengenai dugaan “perampasan lembu oleh aparat” dan “kriminalisasi pemilik ternak” di Kabupaten Labuhanbatu.

 

Jefrey menilai, pemberitaan yang beredar belum sepenuhnya menggambarkan fakta hukum yang sedang berjalan. Apalagi, namanya turut disebut dan dikaitkan dalam perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Jefrey, perkara ini bukanlah peristiwa perampasan ternak oleh aparat sebagaimana narasi yang berkembang, melainkan perkara dugaan tindak pidana pencurian ternak yang telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian.

 

“Perkara ini telah kami laporkan secara resmi ke Polres Labuhanbatu. Jadi prosesnya sedang berjalan secara hukum. Kami berharap semua pihak menghormati proses tersebut,” ujar Jefrey dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.

 

Adapun laporan tersebut telah teregister di Polres Labuhanbatu melalui STTLP Nomor: STTLP/B/740/V/2026/SPKT/Polres Labuhanbatu/Polda Sumatera Utara dan STTLP Nomor: STTLP/B/491/IV/2026/SPKT/Polres Labuhanbatu/Polda Sumatera Utara.

 

Jefrey menjelaskan, perkara tersebut berawal dari hilangnya sejumlah ternak berupa kerbau/lembu yang selama ini berada dalam kepemilikan dan pengawasan pihaknya. Atas kejadian itu, ia kemudian menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke kepolisian.

 

Ia menegaskan, langkah hukum tersebut dilakukan bukan untuk membangun opini ataupun menyudutkan pihak tertentu, melainkan semata-mata untuk mencari kepastian hukum atas hilangnya ternak tersebut.

 

“Kami tidak pernah meminta atau menghendaki adanya tindakan di luar prosedur hukum. Seluruh proses kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

 

Jefrey juga menyayangkan munculnya narasi seolah-olah telah terjadi perampasan ternak oleh aparat dan kriminalisasi terhadap pemilik ternak. Menurutnya, berdasarkan laporan yang telah diregistrasi secara resmi, perkara tersebut merupakan laporan dugaan tindak pidana pencurian dan/atau pencurian dengan pemberatan atas ternak milik korban.

 

Ia menyebut, apabila ada pihak lain yang memiliki klaim atau keberatan terkait kepemilikan ternak tersebut, maka hal itu seharusnya dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

 

“Kami menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan bantahan atau klaim. Namun semua itu seharusnya diuji melalui proses hukum, berdasarkan alat bukti, saksi, dan dokumen yang sah, bukan melalui opini sepihak di ruang publik,” katanya.

 

Jefrey menambahkan, dirinya tidak ingin berpolemik di media. Namun, klarifikasi tersebut perlu disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh dan berimbang.

 

“Kami menghormati proses hukum dan tidak ingin berpolemik. Tetapi karena nama kami disebut dan muncul narasi yang menurut kami tidak berimbang, kami perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak menerima informasi secara sepihak,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau media massa agar tetap mengedepankan prinsip keberimbangan informasi, verifikasi fakta, cover both sides, serta asas praduga tak bersalah dalam memberitakan perkara yang masih dalam proses hukum.

 

Pihak korban berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara objektif, profesional, dan transparan.

 

“Kebenaran perkara ini semestinya dibuktikan melalui proses hukum, bukan melalui penghakiman di ruang publik,” tutup Jefrey.

Berita Terkait

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi
Satu Komando, Satu Persaudaraan! FORWAKA Medan Hadir Menguatkan Keluarga Edison Harianja
Jaringan Narkoba Langkat, Nama Kitab Ginting Dan Sejumlah Korlap Disebut, Polres Diminta Bergerak!
Polda Sulsel Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Pejabat Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Waspada
Inspektorat Medan Jangan Tutup Mata! Proyek Drainase Rp6,93 Miliar Disorot, Volume Pekerjaan Tak Jelas
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan
Dugaan Jatah Rp73 Miliar Mengguncang Dikbud Rohil, Keponakan Bupati H. Bistamam Diduga Jadi Pintu Masuk Permainan Anggaran?

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Bumi Sakti Alam Kerinci Terancam, PETI di Batang Merangin Harus Ditempatkan Sebagai Kejahatan Lingkungan Serius

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kemenimipas Sanksi 1.163 Pegawai dan 124 Diberhentikan Tidak Hormat, Menteri Agus Andrianto Buktikan Penertiban Imipas Dilakukan Terbuka dan Tegas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:38 WIB

KAKI Jatim Soroti Gaji Wantimpres Rp 1,9 Miliar per bulan, Jangan Jual Rakyat Demi Kepentingan Pejabat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Polemik Ijazah Gibran Belum Reda, Jerry Massie Singgung Mekanisme Pemberhentian Wakil Presiden

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:43 WIB

.Mahkamah Konstitusi dalam Sorotan: Antara Independensi, Etika, dan Kepercayaan Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA

Kamis, 24 September 2026 - 21:32 WIB

DPP LPPI Soroti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong: Jangan Asal Menyimpulkan, Itu Rumah Dinas!

Berita Terbaru