Menang Belum Tentu Dilantik! Pernyataan Tegas Camat Sunggal Picu Sorotan di Tengah Dugaan Politik Uang Pilkades Tanjung Gusta

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:49 WIB

50284 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net DELI SERDANG – Aroma dugaan politik uang dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanjung Gusta semakin memanas. Puluhan warga Jalan Tanjung Kusta mendatangi Aula Pemerintahan Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Jumat (29/05/2026), menuntut kejelasan atas beredarnya video yang diduga memperlihatkan calon Kepala Desa nomor urut 5, Edison Gultom, membagikan amplop kepada warga saat masa kampanye pada 21 Mei 2026 lalu.

 

Aksi yang berlangsung di hadapan Camat Sunggal Tengku Chairuniza, Kapolsek Sunggal Kompol Mhd. Yunus Tarigan, S.H., M.H., dan Danramil 01/Sunggal Kapten Kav Murfi Khairuddin itu berubah menjadi forum desakan terbuka. Warga meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran yang dinilai telah mengguncang kepercayaan publik terhadap jalannya demokrasi desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di hadapan massa yang memadati aula, Camat Sunggal Tengku Chairuniza menegaskan bahwa secara administrasi Edison Gultom masih tetap mengikuti tahapan Pilkades hingga hari pencoblosan. Namun Camat juga menyampaikan pernyataan yang langsung menyita perhatian masyarakat.

 

“Pemilihan tetap berjalan. Tetapi apabila calon nomor urut 5 menang dan kemudian terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku, maka yang bersangkutan bisa dinyatakan gugur dan tidak bisa dilantik menjadi Kepala Desa,” tegas Camat.

 

Pernyataan tersebut sontak menjadi bahan perbincangan warga. Sebab, untuk pertama kalinya di hadapan publik, pemerintah kecamatan secara terbuka menyampaikan bahwa menang dalam pemungutan suara bukan berarti otomatis bisa menduduki kursi Kepala Desa apabila terbukti melakukan pelanggaran yang berimplikasi pada pembatalan hasil pemilihan.

 

Suasana kemudian memanas ketika Ucil Manurung, salah seorang warga, meluapkan kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa aspirasinya kerap dianggap angin lalu.

 

“Jangan jadikan rakyat bodoh. Video sudah beredar, masyarakat sudah resah, tapi sampai hari ini yang kami dengar hanya janji proses dan proses. Kalau rakyat kecil yang melanggar aturan, cepat sekali ditindak. Tapi kalau menyangkut kontestasi politik, kenapa semuanya terasa lamban?” tegas Ucil di hadapan unsur Muspika.

 

Menurutnya, warga tidak datang untuk membuat kerusuhan, melainkan menuntut ketegasan pemerintah dalam menjaga marwah Pilkades agar tidak tercoreng oleh dugaan praktik politik uang.

 

“Kalau memang tidak ada pelanggaran, jelaskan ke rakyat. Kalau ada dugaan pelanggaran, tindak sesuai aturan. Jangan biarkan masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Demokrasi desa jangan dijadikan ajang transaksi yang merusak kepercayaan rakyat,” katanya disambut sorakan dukungan warga.

 

Sejumlah warga lainnya bahkan secara terbuka mempertanyakan mengapa dugaan yang telah menjadi pembicaraan luas di tengah masyarakat belum juga menghasilkan kepastian hukum. Mereka menilai pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika legitimasi Pilkades sedang dipertaruhkan.

 

“Jangan tunggu kursi kepala desa diduduki baru sibuk bicara aturan. Kalau memang ada persoalan, selesaikan sekarang. Rakyat butuh kepastian, bukan narasi bahwa nanti akan diproses. Jangan sampai setelah menang baru muncul polemik yang lebih besar,” teriak salah seorang peserta aksi.

 

Di tengah tekanan warga, Kapolsek Sunggal Kompol Mhd. Yunus Tarigan dan Danramil 01/Sunggal Kapten Kav Murfi Khairuddin mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta menyerahkan proses penanganan dugaan pelanggaran kepada mekanisme yang berlaku.

 

Meski aksi berlangsung kondusif, pesan yang disampaikan warga terdengar jelas: masyarakat tidak ingin Pilkades Tanjung Gusta meninggalkan tanda tanya dan krisis kepercayaan. Bagi mereka, yang sedang dipertaruhkan bukan hanya siapa yang menang pada 2 Juni 2026 nanti, melainkan kredibilitas demokrasi desa itu sendiri. Jika dugaan pelanggaran dibiarkan tanpa kejelasan, warga khawatir hasil Pilkades akan terus dibayangi polemik dan kehilangan legitimasi di mata masyarakat.

Berita Terkait

AnniverSMANSAry 76 Makassar: Momen Syukur Alumni untuk Jasa Para Guru dan Pendidik
Dugaan Peredaran Narkoba Tanjung Morawa B Disorot, Nama Husen Dan Kasat Resnarkoba Ikut Terseret Dalam Informasi Warga
Penyegaran Struktur Organisasi, Kapolres Toraja Utara Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek dan Lantik Kasi Humas Baru
Dipimpin Letkol Cpm Ajumalahi, Denpom XIV/4 Makassar Gelar Senam Bersama dan Lomba Sepak Takraw Antarstaf
Sudah Turun Ke Gudang Gas, Kades Minta Legalitas Dan Plang, Kini Warga Tagih: Mana Tindakannya?
Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel
Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor
Dugaan Oplosan Solar Subsidi Di Pekan Labuhan, Nama Andre Sinaga Disebut, Dari Gudang Hingga Dugaan Pemasok SPBU Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:10 WIB

AnniverSMANSAry 76 Makassar: Momen Syukur Alumni untuk Jasa Para Guru dan Pendidik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Dugaan Peredaran Narkoba Tanjung Morawa B Disorot, Nama Husen Dan Kasat Resnarkoba Ikut Terseret Dalam Informasi Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Dipimpin Letkol Cpm Ajumalahi, Denpom XIV/4 Makassar Gelar Senam Bersama dan Lomba Sepak Takraw Antarstaf

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Sudah Turun Ke Gudang Gas, Kades Minta Legalitas Dan Plang, Kini Warga Tagih: Mana Tindakannya?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:48 WIB

Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Oplosan Solar Subsidi Di Pekan Labuhan, Nama Andre Sinaga Disebut, Dari Gudang Hingga Dugaan Pemasok SPBU Disorot

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru