Mensesneg Prasetyo Hadi Kemenhut ke Seluruh Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota, Fajar Sinaga : Jangan Bawa Rakyat Untuk Melawan Undang-undang

ASWAR

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 15:06 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Terkait keputusan Pemerintah yang telah menyiapkan regulasi pemanfaatan kayu gelondongan yang terbawa banjir di Sumatra untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

 

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan regulasi itu tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Kemenhut ke seluruh Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kementerian Kehutanan telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pemerintah provinsi maupun pemkab/pemkot berkenaan dengan pemanfaatan kayu-kayu jika akan dipergunakan untuk kepentingan rehabilitasi atau rekonstruksi,” kata Pras di Lanud Halim Perdana Kusuma

 

Pras menyampaikan regulasi itu juga telah disosialisasikan ke pemerintah daerah di semua tingkatan agar pelaksanaannya berjalan selaras di lapangan.

 

Ia pun kembali menekankan pemanfaatan kayu oleh masyarakat dimungkinkan. Namun harus tetap dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat sesuai kewenangannya masing-masing.

 

“Jadi kalau masyarakat ingin memanfaatkan, tentunya dikoordinasikan dengan pemerintahan terkait di setiap jenjangnya,” ucap dia.

 

Hal tersebut menjadi sorotan bagi publik surat edaran yang dikeluarkan Kemenhut ke seluruh Pempov dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

 

Fajar sinaga salah satu aktivis mengatakan tindakan pemerintah pusat dalam memberikan keputusan sama saja cara menghilangkan barang bukti dengan tameng rehabilitasi.

 

“Keputusan tersebut sama saja menzolimi rakyat dengan menghilangkan barang bukti sebagai dalih rehabilitasi rumah warga yang terdampak, terlihat sudah keputusan yang di keluarkan sebagai tameng untuk melindungi para mafia dan pengusaha yang selama ini di lindungi oleh pejabat,”ungkap nya.

 

Intruksi tersebut berlaku SEKEMENHUT sangat jelas, bahwa ada niat terselubung dari bencana ini, membuktikan bahwa hukum dari Ilegal Loging ini tidak berjalan, yang seharusnya kayu gelondongan terlihat jelas sebagai barang bukti dampak Bencana Alam yang seharusnya di angkut dan didata oleh Aparat Penegak Hukum.

 

“Sementara kayu gelondongan yang terbawa arus air bandang salah satu bukti dampak bencana alam, yang mana ribuan kayu gelondongan tersebut sangat jelas karena adanya pembiaran penebangan yang menyebabkan kerusakan ekosistem,”terang fajar.

 

Dampak edaran tersebut fajar amat menyayangi keputusan pemerintah pusat, yang mana keputusan tersebut diduga untuk melindungi para mafia dan menghilangkan barang bukti dari para pelaku kejahatan dan merusak ekosistem serta berdampak pada lingkungan.

 

Fajar juga menyampaikan,keputusan Mensesneg Prasetyo Hadi malah menjebak rakyat untuk memanfaatkan kayu gelondongan tersebut.

Inilah zalimnya pemerintah kita terhadap rakyatnya, rakyat di iming-imingi untuk memanfaatkan kayu gelondongan, sementara kayu itu hasil kejahatan para pelau ilegal loging, yang tertuang dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H) : UU ini secara spesifik mengatur dan melarang kegiatan yang berkaitan dengan hasil hutan ilegal, termasuk mengangkut, menguasai, atau memperdagangkan hasil hutan yang tidak memiliki dokumen sah. Barang siapa yang memanfaatkan kayu tanpa izin yang sah dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan denda yang berat.

 

Adapun Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (UU Kehutanan): UU ini mengamanatkan pengelolaan hutan yang lestari dan mengatur sanksi bagi pelanggaran terkait pemanfaatan hasil hutan.

Ada yang namanya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK): Ini adalah sistem jaminan legalitas yang memastikan semua produk kayu yang beredar di Indonesia berasal dari sumber yang sah. Kayu yang tidak memiliki dokumen SVLK (atau dokumen legalitas setara lainnya) dianggap ilegal

 

Atas keputusan tersebut terus bagaimana nasib dengan masyarakat yang menjalankan intruksi kemenhut? Jangan ajak rakyat untuk melawan Undang-undang,”Tutup fajar.

Berita Terkait

AnniverSMANSAry 76 Makassar: Momen Syukur Alumni untuk Jasa Para Guru dan Pendidik
Dugaan Peredaran Narkoba Tanjung Morawa B Disorot, Nama Husen Dan Kasat Resnarkoba Ikut Terseret Dalam Informasi Warga
Penyegaran Struktur Organisasi, Kapolres Toraja Utara Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek dan Lantik Kasi Humas Baru
Dipimpin Letkol Cpm Ajumalahi, Denpom XIV/4 Makassar Gelar Senam Bersama dan Lomba Sepak Takraw Antarstaf
Sudah Turun Ke Gudang Gas, Kades Minta Legalitas Dan Plang, Kini Warga Tagih: Mana Tindakannya?
Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel
Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor
Dugaan Oplosan Solar Subsidi Di Pekan Labuhan, Nama Andre Sinaga Disebut, Dari Gudang Hingga Dugaan Pemasok SPBU Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:10 WIB

AnniverSMANSAry 76 Makassar: Momen Syukur Alumni untuk Jasa Para Guru dan Pendidik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Dugaan Peredaran Narkoba Tanjung Morawa B Disorot, Nama Husen Dan Kasat Resnarkoba Ikut Terseret Dalam Informasi Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:38 WIB

Penyegaran Struktur Organisasi, Kapolres Toraja Utara Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek dan Lantik Kasi Humas Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Sudah Turun Ke Gudang Gas, Kades Minta Legalitas Dan Plang, Kini Warga Tagih: Mana Tindakannya?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:48 WIB

Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Oplosan Solar Subsidi Di Pekan Labuhan, Nama Andre Sinaga Disebut, Dari Gudang Hingga Dugaan Pemasok SPBU Disorot

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru