Sumut Jangan Terus Bermain Dua Wajah: Judi Jalan Terus, Kenapa Tak Sekalian Dilegalkan dan Dipajaki untuk Rakyat?

ASWAR

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:18 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Deli Serdang – Sumatera Utara sedang menghadapi realitas yang tak bisa lagi diabaikan: perjudian jenis Toto Gelap (togel) dan aktivitas judi lainnya terus berjalan, masif, dan terbuka, meski secara hukum dilarang. Praktik yang seharusnya ilegal ternyata tidak pernah hilang, bahkan berkembang pesat, sementara aparat dan pejabat seolah pura-pura tidak melihat.

 

Selama ini, hukum hanya tajam ke bawah, sementara mafia judi dan oknum pejabat aman di balik layar. Publik bertanya: apakah sistem hukum di Sumut benar-benar melindungi rakyat, atau hanya melindungi kepentingan segelintir pihak? Jika praktik ini dilegalkan secara resmi, keuntungan ekonomi akan kembali ke rakyat, bukan mengalir ke oknum ilegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

DPP FMI menegaskan bahwa legalisasi judi modern akan membawa keuntungan nyata. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Utara bisa meningkat signifikan, membuka peluang lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Daripada terus membiarkan praktik ilegal yang merugikan masyarakat, langkah ini jauh lebih strategis.

 

Selain keuntungan ekonomi, legalisasi juga akan membuat pengawasan lebih jelas. Saat ini, perjudian ilegal menyulitkan aparat dalam pengendalian, menimbulkan praktik kriminalitas tambahan, dan merugikan masyarakat. Dengan regulasi resmi, semua aktivitas bisa diawasi, pajak dipungut, dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung.

 

Ngapain harus sembunyi-sembunyi dan melarang sesuatu yang sudah berjalan masif? Selama ini, pelarangan tidak menyelesaikan masalah, justru menimbulkan keuntungan gelap bagi mafia. Saatnya aparat dan pejabat berani mengakui realitas dan mengambil langkah progresif.

 

Berdasarkan hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Ketua DPRD Sumut, Kapolda, Pangdam I Bukit Barisan, dan seluruh pejabat daerah diminta segera melakukan evaluasi undang-undang perjudian, agar praktik perjudian dapat dilegalkan secara resmi, transparan, dan terkontrol.

 

Langkah ini juga merupakan tes moral bagi aparat dan pejabat. Apakah mereka mampu menegakkan hukum dan melindungi rakyat, atau tetap berpihak pada mafia dan kepentingan pribadi? Keberanian moral harus menjadi pedoman, bukan sekadar retorika kosong.

 

DPP FMI menekankan bahwa legalisasi bukan berarti mendorong kebobrokan moral, tapi justru meminimalkan kerugian sosial. Dengan regulasi yang jelas, masyarakat terlindungi dari praktik gelap, kriminalitas berkurang, dan keuntungan negara serta daerah bisa dimaksimalkan.

 

Pejabat yang selama ini diam dan membiarkan praktik ilegal berjalan, kini dituntut bertindak nyata. Keputusan untuk membuka perjudian secara legal adalah langkah berani yang mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

 

Sumatera Utara memiliki potensi untuk menjadi Las Vegas-nya Indonesia. Kota-kota modern, fasilitas pengawasan, sistem pajak transparan, dan peluang ekonomi baru bisa diwujudkan, daripada terus membiarkan praktik ilegal yang merugikan rakyat.

 

Sekretaris DPP FMI, Sri Wahyuni Tarigan, menegaskan: publik menunggu keberanian moral dari semua pejabat dan aparat. Diam berarti mengakui pembiaran mafia judi, sementara langkah progresif berarti menegakkan hukum, menyejahterakan masyarakat, dan menambah PAD.

 

Kini adalah saatnya bagi Sumatera Utara untuk menunjukkan kepemimpinan nyata. Legalisasi judi modern adalah solusi rasional, menguntungkan publik, dan menghentikan hipokrisi hukum. Stop pura-pura menegakkan hukum, buka peluang legalisasi, jadikan Sumut contoh transparansi dan keuntungan ekonomi!

Berita Terkait

Dugaan Peredaran Narkoba Tanjung Morawa B Disorot, Nama Husen Dan Kasat Resnarkoba Ikut Terseret Dalam Informasi Warga
Penyegaran Struktur Organisasi, Kapolres Toraja Utara Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek dan Lantik Kasi Humas Baru
Dipimpin Letkol Cpm Ajumalahi, Denpom XIV/4 Makassar Gelar Senam Bersama dan Lomba Sepak Takraw Antarstaf
Sudah Turun Ke Gudang Gas, Kades Minta Legalitas Dan Plang, Kini Warga Tagih: Mana Tindakannya?
Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel
Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor
Dugaan Oplosan Solar Subsidi Di Pekan Labuhan, Nama Andre Sinaga Disebut, Dari Gudang Hingga Dugaan Pemasok SPBU Disorot
Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Tatap Muka dan Silaturahmi Bersama Bhayangkari Se-Cabang Aceh Tenggara

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:18 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:27 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:04 WIB

Ketika Jual Beli Rumah Sendiri Dipidana Secara Adat, Putusan Jambur Lak-lak Memantik Dugaan Rekayasa

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:45 WIB

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih

Berita Terbaru