BONGKAR SKANDAL BINJAI: Kapolres Diduga Alergi Dikonfirmasi, Pesan Rahasia Wartawan Bocor ke Penjaga Judi Tembak Ikan

ASWAR

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:53 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detiktimur.net Binjai – Sejak Mirzal Maulana menjabat sebagai Kapolres Binjai, sorotan terhadap maraknya praktik perjudian di wilayah hukum Polres Binjai justru semakin tajam. Bukannya mereda, aktivitas judi disebut-sebut semakin berani dan terbuka, seolah hukum kehilangan taring di Kota Binjai.

 

Salah satu lokasi yang paling disorot adalah arena judi tembak ikan yang berada di depan klenteng di Jalan Ade Irma Suryani. Tempat ini bukan lagi cerita sembunyi-sembunyi, melainkan sudah menjadi rahasia umum masyarakat sekitar. Ironisnya, aktivitas yang jelas melanggar hukum itu tetap beroperasi tanpa hambatan, seakan ada kekuatan besar yang melindunginya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dugaan keterlibatan oknum aparat pun mulai mencuat ke permukaan. Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan adanya sosok dari unsur militer yang kerap terlihat berada di sekitar lokasi untuk menjaga agar aktivitas perjudian tersebut tetap berjalan tanpa gangguan.

 

Nama Hendra ikut terseret dalam pusaran isu ini. Ia disebut-sebut berasal dari unsur Marinir di wilayah Pangkalan Brandan dan kerap terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi perjudian dengan pakaian santai. Kehadirannya disebut oleh warga bukan sekadar kebetulan, melainkan diduga kuat sebagai pengawas tidak resmi yang memastikan mesin-mesin judi tetap beroperasi.

 

Keanehan semakin mencolok ketika pimpinan redaksi media online tuntasposttv.com mencoba mengirimkan pesan konfirmasi kepada Kapolres Binjai melalui WhatsApp. Alih-alih memberikan klarifikasi sebagai pejabat publik, Kapolres justru memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan sedikit pun.

 

Namun yang lebih mengejutkan, tidak lama setelah pesan itu dikirim, seseorang yang mengaku bernama Hendra dari Brandan justru menghubungi pimpinan redaksi. Yang membuat situasi semakin janggal, isi pesan tersebut merupakan tangkapan atau penerusan dari pesan konfirmasi yang sebelumnya dikirim kepada Kapolres.

 

Peristiwa ini memunculkan kecurigaan serius di kalangan jurnalis. Bagaimana mungkin pesan pribadi yang dikirim kepada pimpinan kepolisian justru bisa bocor dan sampai ke tangan sosok yang diduga berada di lingkaran penjaga lokasi perjudian tersebut.

 

“Yang membuat saya heran, bagaimana pesan WhatsApp saya ke Kapolres bisa sampai ke penjaga mesin judi itu. Bahkan dia yang mengirim kembali pesan itu kepada saya,” ujar pimpinan redaksi dengan nada geram.

 

Tak berhenti sampai di situ, pesan dari sosok yang mengaku Hendra tersebut juga disebut berisi caci maki, nada intimidatif, bahkan menantang agar persoalan tersebut dilaporkan sampai ke Markas Besar TNI maupun kepada Prabowo Subianto.

 

Di tengah situasi ini, wilayah hukum Polres Binjai pun mulai disorot tajam. Banyak pihak menduga kuat wilayah tersebut telah ditunggangi jaringan mafia perjudian yang bermain di balik layar. Aktivitas ilegal yang terus berjalan tanpa penindakan memunculkan dugaan adanya pihak-pihak yang membekingi praktik tersebut demi keuntungan ekonomi pribadi.

 

Sikap alergi konfirmasi dari petinggi di Kepolisian Resor Binjai semakin memperkuat kecurigaan publik. Ketika aparat penegak hukum memilih diam saat dikonfirmasi, masyarakat pun mulai bertanya-tanya apakah hukum masih berdiri untuk rakyat atau justru telah lumpuh di hadapan para mafia.

 

Padahal sebelumnya Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan bahwa institusinya tidak akan mentolerir anggota yang melanggar aturan. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara berbuka puasa Polri bersama insan pers di Bareskrim Polri, bahkan Kapolri juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas ulah oknum polisi yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Kini publik menunggu, apakah komitmen itu benar-benar ditegakkan hingga ke daerah, atau justru berhenti sebagai sekadar pernyataan di atas podium. (TIM)

Berita Terkait

Skandal Dugaan Rp40 Juta Menguak! DPO Aem Disebut Masih Berkeliaran, Penyitaan Solar Bagan Serdang Jadi Sorotan
AnniverSMANSAry 76 Makassar: Momen Syukur Alumni untuk Jasa Para Guru dan Pendidik
Dugaan Peredaran Narkoba Tanjung Morawa B Disorot, Nama Husen Dan Kasat Resnarkoba Ikut Terseret Dalam Informasi Warga
Penyegaran Struktur Organisasi, Kapolres Toraja Utara Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek dan Lantik Kasi Humas Baru
Dipimpin Letkol Cpm Ajumalahi, Denpom XIV/4 Makassar Gelar Senam Bersama dan Lomba Sepak Takraw Antarstaf
Sudah Turun Ke Gudang Gas, Kades Minta Legalitas Dan Plang, Kini Warga Tagih: Mana Tindakannya?
Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel
Laporan Dugaan Penipuan di Polda Sumut Sudah 8 Bulan Terbengkalai, Keluarga Pelapor LA Pertanyakan Pemeriksaan Terlapor

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Kampanye Akbar Sudomo Cibro Nomor Urut 1 Dibanjiri Masyarakat Desa Lae Mbersih, Serukan Pilkades Damai dan Bersatu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K. Bangun Sinergi dengan Wartawan Lewat Ngopi Bersama

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:03 WIB

Berkah Ramadhan, Brimob Aceh Dan Bhayangkari Gelar Buka Puasa Bersama Di Mako Kompi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:27 WIB

Kekerasan Terhadap Jurnalis di Aceh: Wartawan 1kabar.com Diteror dan Terancam Nyawanya!

Selasa, 12 Agustus 2025 - 00:26 WIB

MKKS Kota Subulussalam Dukung Penuh Peserta FLS3N Tingkat Provinsi

Berita Terbaru

DAERAH

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:46 WIB