KAKI Jatim Desak KPK Bongkar Jaringan, H. Her Diminta Siap Hadapi Sukamiskin

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 00:02 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKTIMUR, JAKARTA – Ketua DPW Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh Hosen, melontarkan pernyataan keras terkait pemeriksaan Haji Her oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegaskan bahwa pemanggilan oleh KPK tidak mungkin dilakukan tanpa dasar hukum yang kuat.

“Tidak mungkin seseorang dipanggil KPK kalau tidak ada keterlibatan. KPK itu bekerja berdasarkan alat bukti dan proses yang ketat. Jadi siapa pun yang dipanggil, pasti ada kaitannya dengan perkara,” tegas Moh Hosen.

Menurutnya, siapa pun yang berurusan dengan KPK dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), khususnya yang berkaitan dengan praktik rokok ilegal, tidak bisa dilepaskan dari dugaan adanya jaringan korupsi yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siapapun yang berurusan dengan KPK, sedikit banyak pasti terindikasi masuk dalam jaringan korupsi. Ini bukan persoalan individu semata, tapi jaringan besar yang harus dibongkar,” ujarnya.

Hosen menilai, kasus ini menjadi momentum penting bagi KPK untuk mengungkap praktik kejahatan ekonomi yang selama ini merugikan negara dalam jumlah besar. Ia menegaskan bahwa praktik rokok ilegal bukan hanya soal pelanggaran cukai, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan terorganisir yang melibatkan pencucian uang.

“Rokok ilegal ini pintu masuk. Di belakangnya ada aliran dana besar yang disamarkan. Kalau KPK serius, ini bisa jadi kasus besar yang membuka banyak nama,” katanya.

Ia pun mendesak KPK agar tidak berhenti pada satu atau dua nama saja, melainkan menelusuri seluruh jaringan yang terlibat, termasuk pihak-pihak yang diduga menikmati aliran dana hasil kejahatan tersebut.

“Jangan berhenti di satu orang. Bongkar semuanya. Siapa yang bermain, siapa yang melindungi, siapa yang menikmati. Semua harus diungkap ke publik,” tegasnya.

Lebih jauh, Hosen mengingatkan agar proses penegakan hukum berjalan transparan dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak manapun. Ia menilai, kasus-kasus besar seperti ini kerap menghadapi berbagai upaya intervensi.

“Kami ingatkan, jangan sampai ada intervensi. KPK harus berdiri tegak. Kalau hukum bisa diintervensi, maka kepercayaan publik akan hancur,” ujarnya.

KAKI Jatim juga mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk segera mengambil langkah konkret dengan memblokir rekening-rekening mencurigakan yang diduga terkait TPPU di Jawa Timur.

“Kami mendesak PPATK untuk segera memblokir rekening gendut para saudagar yang terindikasi melakukan TPPU. Ini langkah penting untuk menyelamatkan aset negara dan mencegah penghilangan jejak,” kata Hosen.

Menurutnya, tindakan cepat dari PPATK akan sangat membantu proses penyidikan yang dilakukan KPK, khususnya dalam menelusuri aliran dana dan mengamankan aset hasil kejahatan.

“Kalau rekening tidak segera dibekukan, ada potensi dana itu dipindahkan atau disamarkan lagi. Ini harus dicegah sejak awal,” tambahnya.

Tak hanya itu, KAKI Jatim juga
menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung proses hukum yang sedang berjalan. Hosen memastikan pihaknya siap turun ke KPK sebagai bentuk kontrol publik agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan.

“Kami tidak akan diam. Kami akan kawal langsung di KPK. Kalau perlu kami datang dan bersuara di sana. Ini bentuk pengawasan agar kasus ini benar-benar dituntaskan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika dalam proses hukum nantinya terbukti bersalah, maka tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapapun yang terlibat.

“Kalau terbukti bersalah, seret ke Lapas Sukamiskin. Jangan ada fasilitas khusus, jangan ada perlakuan berbeda. Semua harus sama di mata hukum,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Hosen menegaskan bahwa KAKI Jatim akan terus berada di garis depan dalam mengawal penegakan hukum, khususnya dalam kasus-kasus besar yang menyangkut kepentingan publik.

“Ini bukan hanya soal satu kasus, tapi soal masa depan penegakan hukum di Indonesia. Kami akan kawal sampai tuntas, tanpa kompromi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan TPPU yang berkaitan dengan praktik rokok ilegal tersebut masih dalam tahap pengembangan oleh penyidik KPK, dengan fokus pada penelusuran aliran dana serta kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas,” pungkasnya. ()

#Presiden Prabowo Subianto
#Ketua KPK Setyo Budiyanto
#Ketua Dewas KPK Gusrizal

Berita Terkait

Koramil 1408-01/Ujung Tanah Bersama Pemerintah Kelurahan Tabaringan dan Warga Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Cidu
APMP Jatim Bongkar 5 Persoalan Bank Jatim, Potensi Kerugian Capai Rp596 Miliar
Praperadilan A.S. di PN Tangerang, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Penetapan Tersangka
Terima Galunggung Award 2026, Kabid Humas Polda Jabar Tekankan Sinergi Budaya dan Keamanan
Pengurus Baru PWI Sulsel Kunjungi TVRI, Bahas Pelatihan Wartawan dan Konten Berkualitas
Dapat Apresiasi Gubernur Sulsel, Aina Fadhillah Ramadhan Pukau Ribuan Peserta Harmoni Kemanusiaan 2026
Ketua Umum KJNI Ingatkan, Kritik Pejabat Publik Jangan Abaikan Fakta di Lapangan
KJNI Kawal Bantuan Air Bersih ke Kampung Gunung Kidul, Warga Gunung Kaler Sambut Antusias

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Pengurus Baru PWI Sulsel Kunjungi TVRI, Bahas Pelatihan Wartawan dan Konten Berkualitas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Rutan Tarutung Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Tapanuli Utara dan Forkopimda Langsung Serahkan Remisi kepada Warga Binaan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Dirlantas Polda Sumatera Barat Mengucapkan HUT DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-80 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:35 WIB

KAMMI Deli Serdang Mengapresiasi Kinerja DLH Deli Serdang Dibawah kepemimpinan Bapak Rio Lakadewa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:17 WIB

KAMMI Deli Serdang Dukung Bappeda Tingkatkan PAD, Ajak Pengusaha dan Masyarakat Bersama Bangun Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Sengketa Lahan Jadi Adu Kekuatan? Massa Kembali Menyerbu Rumah Mimi Polisi Diminta Bongkar Penggeraknya!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Dari Musibah Menjadi Harapan, Arul Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Tangerang

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Cekcok Gara-gara Asap Rokok, Pria di Aceh Tengah Diamankan Polisi

Kamis, 20 Agu 2026 - 04:11 WIB